VIEWJABAR - Sejumlah Kepala Daerah dan para pejabat Pemprov Jabar serta sejumlah perwakilan dari lembaga tinggi negara, Selasa (6/12/22) mengikuti Hari Korupsi Sedunia (Hakordia) di Aula Barat Gedung Sate Bandung.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak, mengingatkan Kepala Daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) khusunya di Jabar, bahwa harta tak dibawa mati, dan berpesan, banyak atau sedikitnya harta hitungannya sangat relatif.
Baca Juga: Rohimah ART Garut Korban Kekerasan Majikan Dijenguk Wakil Bupati, Begini Kondisinya Sekararang
"Di Hakordia ini saya sampaikan berapapun jumlah harta yang bapak ibu miliki itulah jatah atau rezeki yang dimiliki, jangan dicari lagi harta itu dari bukan hak kita dari Tuhan YME," tegasnya.
Sebelumnya telah dilaksanakan Seminar Nasional bertajuk 'Menciptakan Layanan Publik Bebas Korupsi' dalam kesempatan tersebut dijelaskan Johan, terdapat empat aspek munculnya korupsi,
Baca Juga: Suhu di Ukraina Sangat Dingin, Jutaan Warga Terancam Kedinginan, Rudal Rusia Hancurkan Sistem Energi
"Histori, filosofi, sosiologi dan terakhir aspek yuridis, awal aspek sejarah sudah ada sejak negara terbentuk, semua aturan kebijakan korupsi bermula dari banyaknya kebijakan infrastruktur negara saat itu tidak ada realisasinya," jelasnya.
Maka, lanjut Johan, pada saat itu Presiden Soekarno mencegah korupsi dengan membuat aturan yang tertuang dalam Undang-undang Dasar 1945.
"Sedangkan filosofinya, uang rakyat yang diperoleh negara tidak disalah gunakan oleh pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dari uang rakyat tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Sehat Ala Nabi, Cara Mudah Mengobati Demam, Begini Petunjuk yang Diajarkan Nabi SAW
Terpisah, Bupati Bandung Dadang Supriatna (DS) mengungkapkan, sebuah kehormatan bagi Kabupaten Bandung yang telah diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara dalam kegiatan puncak acara Hakordia.
"Permintaan itu merupakan kehormatan bagi Kabupaten Bandung, kami dari awal berkomitmen agar pelayanan publik harus terbebas dari praktik pungli," ungkapnya.
DS sendiri dijadikan pembicara dalam acara tersebut karena dianggap berani dan berhasil menggulirkan kebijakan layanan yang transparan dan akuntabel,
Artikel Terkait
Berburu Jajanan Cemilan Khas Kota Bandung Tak Usah Repot, Ini Jadi Ladang Usaha, Cocok Ditiru
UKM Persma Gelar Mubes, Dicky Totti Nahodai Pers Mahasiswa Unper Tasikmalaya
Subsektor 02 Cileunyi Gelorakan Tidak Buang Sampah ke Sungai, Wujud Pemeliharaan DAS Citarum
Jepang Kalah Lewat Drama Adu Penalti, Berikut 6 Tim yang Sudah Gugur di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
Peluang Usaha Jajanan Cibay Kulit Lumpia, Kriuknya Bikin Anak Ketagihan, Modal Seuprit Hasil Selangit
Sehat Ala Nabi, Cara Mudah Mengobati Demam, Begini Petunjuk yang Diajarkan Nabi SAW
Suhu di Ukraina Sangat Dingin, Jutaan Warga Terancam Kedinginan, Rudal Rusia Hancurkan Sistem Energi
Rohimah ART Garut Korban Kekerasan Majikan Dijenguk Wakil Bupati, Begini Kondisinya Sekararang