Sehat Ala Nabi, Cara Mudah Mengobati Demam, Begini Petunjuk yang Diajarkan Nabi SAW

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Selasa, 6 Desember 2022 | 10:13 WIB
Demam bisa disembuhkan dengan cara sederhana sesuai petunjuk Nabi Muhammad SAW, sehat ala Nabi. Poto/ Pixabay / OpenClipart-Vectors /.
Demam bisa disembuhkan dengan cara sederhana sesuai petunjuk Nabi Muhammad SAW, sehat ala Nabi. Poto/ Pixabay / OpenClipart-Vectors /.

VIEWJABAR - Demam sering terjadi kepada siapapun baik orang tua ataupun anak anak yang menyebabkan suhu tubuh naik.

Saat demam, suhu tubuh menjadi panas di atas 38 derajat celcius. Ini sebagai respon tubuh terhadap adanya penyakit.

Sehat ala Nabi, cara mudah mengobati demam sesuai dengan petunjuk yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Peluang Usaha Jajanan Cibay Kulit Lumpia, Kriuknya Bikin Anak Ketagihan, Modal Seuprit Hasil Selangit

Nabi Muhammad SAW dala hadist yang diriwayatkan Bukhari Muslim menjelaskan tentang demam.

"Sesungguhnya demam, atau demam berat berasal dari uap jahanam, karena itu dinginkan dengan air,"

Dalam buku berjudul Thibbun Nabawi karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah dijelaskan bawah demam terbagi dua.

Demam simtomatok demam yang terjadi akibat pembengkakan, sengatan sinar matahari dan karena aktivitas yang tidak terkontol.

Baca Juga: Jepang Kalah Lewat Drama Adu Penalti, Berikut 6 Tim yang Sudah Gugur di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Kedua demam yang disebabkan oleh adanya penyakit yang biasanya berawal dari organ vital kemudian memanaskan seluruh tubuh.

Jika sumbernya dari energi jiwa disebut demam sehari, atau quotidian fever, karena demam ini akan hilang dalam sehari dan maksimal tiga hari.

Sedangkan demam yang disebabkan oleh adanya kontaminasi unsur berbahaya disebut dengan demam ufniyah.

Baca Juga: Berburu Jajanan Cemilan Khas Kota Bandung Tak Usah Repot, Ini Jadi Ladang Usaha, Cocok Ditiru

Demam ufniyah ini ada empat macam yang antara lain demam kuning (yellow fever) demam hitam (black fever) demam boutennese dan demam berdarah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: Buku Thibbun Nabawi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X