Ia menjelaskan wilayah selatan Garut terdapat zona subduksi yang saat ini cukup aktif. Hal itu dibuktikan dengan adanya gempa pada 12 November lalu, kemudian terulang kembali pada 3 Desember 2022 yang mengakibatkan beberapa bangunan rusak ringan.
Sesar Garsela termasuk salah satu dari enam sesar aktif.
Meski gempanya kecil, namun gempa akibat Sesar Garsela berpotensi merusak.
Zona Sesar Garsela terbagi dua segmen yaitu Segmen Rakutai dan Segmen Kencana dan keduanya sama-sama aktif. Masing-masing segmen memiliki panjang 19 kilometer dan 17 kilometer.
Daerah yang rawan terdampak aktivitas Sesar Garsela adalah daerah yang berada dekat sesar tersebut, seperti Pangalengan dan Kamojang.
Penelitian mendalam mengenai Sesar Garsela perlu dilakukan agar dapat diketahui potensi bahaya dan besar guncangannya di wilayah sekitar sesar. Hal tersebut agar kemudian bisa berlanjut lebih detail mengenai penataan ruang dan pembangunan di wilayah rawan gempa bumi.***
Artikel Terkait
Peluang Usaha Modal Kecil, Membuat Es Krim di Rumah Hanya dengan Kulkas, Untungnya 4 Kali Lipat
Kabupaten Pidie Digetarkan Guncangan Gempa Hari Ini Sabtu 10 Desember 2022, Magnitudo 4,5
3 Cara Gampang Turunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat, Bisa Dilakukan Mulai Sekarang
Riuh, Para Tokoh Dunia Ucapkan Selamat untuk Maroko yang Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2022
5 Manfaat Seledri, Salah Satunya Mengurangi Resiko Pikun
Peluang Usaha Langka, Membuat Es Krim Singkong yang Lumer, Tanpa Mesin, 250 Gram Bisa Jadi 50 Cup
Digugat Cerai Ambu Anne, Dedi Mulyadi Sebut Hatinya Sudah Terisi, Siapa ya? Salah Satu dari Empat Wanita Ini?