Sekda Garut Tandatangani MoU dengan Rutgers dan Semak untuk Lindungi Anak dan Perempuan

photo author
Lina Herlina, View Jabar
- Senin, 12 Desember 2022 | 21:07 WIB
 Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, Country Representative Rutgers WPF Indonesia, Amalia Rahmah, dan Direktur Yayasan Semak, Rina Nurhayati, tandatangani kesepakatan untk edukasi perlindungan anak dan perempuan (Viewjabar/Ale M Rizki)
Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, Country Representative Rutgers WPF Indonesia, Amalia Rahmah, dan Direktur Yayasan Semak, Rina Nurhayati, tandatangani kesepakatan untk edukasi perlindungan anak dan perempuan (Viewjabar/Ale M Rizki)


VIEWJABAR - Pemerintah Kabupaten Garut melaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Ruang Temu Generasi Sehat (Rugers) dan Yayasan Sekretariat Masyarakat Anak (Semak) terkait implementasi Program Power To You(th) Indonesia di Kabupaten Garut.

Kegiatan dilakukan Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, Country Representative Rutgers WPF Indonesia, Amalia Rahmah, dan Direktur Yayasan Semak, Rina Nurhayati, di Aula Setda Garut, Senin 12 Desember 2022.

Nurdin Yana atas nama Pemkab Garut, menyambut baik kerjasama ini yang berfokus dalam isu perlindungan anak dan perempuan. Ia berharap sinergitas yang dibangun melalui MoU ini bisa memberikan garis yang jelas dalam penanganan dan keberpihakan pemerintah kepada anak-anak dan perempuan.

"Karena poinnya kan di situ, jangan sampai nanti terjadi kasus terhadap anak dan perempuan. Mudah-mudahan dengan acara seperti itu tidak muncul lagi kasus-kasus yang terjadi yang pernah kita alami," ujar Sekda Garut.

Baca Juga: Wali Kota Blitar Santoso, Korban Penyekapan dan Perampokan, Awalnya Guru SMEA dan Penilik

Ia mengungkapkan, hasil kerja sama ini nantinya akan ditindaklanjuti melalui sinergitas program yang ada di dinas-dinas di lingkungan Pemkab Garut.

"Kerjasama inilah yang kita gagas, mudah-mudahan program dan kegiatan ini lebih profesional dan lebih memberikan guiding yang jelas, sehingga target kita untuk memberikan keberpihakan pada anak-anak bisa terealisasi melalui kerja sama yang dilakukan," ucap Nurdin Yana.

Sementara itu, Country Representative Rutgers WPF Indonesia, Amalia Rahmah, menuturkan, isu intervensi perkawinan anak ini baru dilakukan di Kabupaten Garut, dan tahun ini merupakan tahun kedua dari 5 tahun yang direncanakan.

Pihaknya dengan Semak melakukan intervensi mengenai isu perkawinan anak di Garut.

Baca Juga: Polisi Ungkap Ciri-ciri Pelaku Perampokan Wali Kota Blitar, di Antaranya Menggunakan Mobil Innova Plat Merah

"Harapan Power to You (th), pertama kita supaya Garut siap untuk mengurangi angka perkawinan anak, angka kehamilan remaja, kemudian juga kekerasan terhadap perempuan dan anak," ucap Amalia.

Ia mengatakan, jika data perkawinan anak hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak di Garut angkanya memang tidak bisa disebut memprihatinkan. Namun, imbuh Amalia, dalam area pencegahan ia menilai jika intervensi untuk isu tadi tidak harus menunggu kasus tinggi terlebih dahulu.

"Jadi memang angkanya tidak bisa disebut memprihatinkan, tetapi dalam area pencegahan kita kan nggak nunggu kasus tinggi dulu, tapi ini kesempatan untuk melakukan pencegahan terhadap angka-angka yang mungkin bisa diperkirakan akan lebih buruk kalau tidak dilakukan sekarang," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Yayasan Semak, Rina Nurhayati memaparkan, penandatanganan MoU ini menjadi momen yang tepat ketika pihaknya bersama Rutgers selama kurang lebih 2 tahun telah menyelenggarakan program Power to You(th) di beberapa daerah di Garut.

Baca Juga: Peluang Usaha Martabak Telor Mini Kulit Lumpia, Gampang dan Menguntungkan, Dijual Rp1000-an

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lalan Tresna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X