Sehingga ia berharap, pasca penandatanganan MoU ini akan menjadi langkah awal untuk lebih berkolaborasi dengan Pemkab Garut dalam menyelesaikan beberapa isu terkait anak dan perempuan khususnya di Garut.
Ia mengatakan, dari 4 desa yang mendapatkan pendampingan, ada salah satu pemerintah desa yang sudah mau mengalokasikan anggaran dana desanya untuk kelompok remaja.
Sehingga ia berharap hal tersebut bisa direplikasi oleh desa-desa lain di Garut.
Program Power to You(th) sendiri menyasar 3 isu utama yakni perkawinan anak, kehamilan remaja, dan kekerasan terhadap perempuan.
Selain di Indonesia, program ini juga dilakukan di 6 negara lain yakni Ethiopia, Ghana, Kenya, Malawi, Senegal, dan Uganda. Sementara untuk di Indonesia sendiri dilaksanakan di 3 provinsi yakni di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Untuk program power to you(th) di Garut, tahun ini menyasar 2 kecamatan yang menjadi lokasi intervensi, yakni Kec. Tarogong Kaler dan Banyuresmi. Di mana, dalam kegiatan ini yang menjadi sasaran adalah kelompok remaja desa hingga beberapa sekolah yang berada di lokasi intervensi.
Adapun tujuan dari Program Power to You(th) ini adalah lebih banyak remaja perempuan dan perempuan muda (RPPM) dari komunitas yang kurang terlayani secara bermakna dilibatkan dalam pengambilan keputusan. (Ale M Rizki)***
Artikel Terkait
Peluang Usaha Martabak Telor Mini Kulit Lumpia, Gampang dan Menguntungkan, Dijual Rp1000-an
Gempar, Wali Kota Blitar dan Istrinya Disekap Para Perampok Tadi Pagi
Perampok Sekap Walikota Blitar dan Istrinya Begini Kronologinya, Pelaku Bawa Kabur Uang dan Perhiasan
Polisi Jelaskan Kondisi Terkini Wali Kota Blitar dan Istri Usai Dirampok dan Disekap
Wali Kota Blitar Santoso, Korban Penyekapan dan Perampokan, Awalnya Guru SMEA dan Penilik
DAPM dan TKSK Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur
Polisi Ungkap Ciri-ciri Pelaku Perampokan Wali Kota Blitar, di Antaranya Menggunakan Mobil Innova Plat Merah