VIEWJABAR - Si Jalak Harupat adalah stadion olahraga yang bertempat di Desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Nama Si Jalak Harupat diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional dari Bojongsoang Bandung yaitu Otto Iskandardinata.
Kini stadion kebanggan warga Kabupaten Bandung tersebut, milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dibawah pengelolaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) melalui UPT Sijalak Harupat , selain itu, Persikab Bandung yang merupakan wakil Kabupaten Bandung di Liga Indonesia menjadikan stadion ini sebagai kandangnya.
“Begitu pula dengan tim sekota Persikab, Persib Bandung juga menjadikan stadion ini sebagai homebase-nya, dan stadion ini dibangun pada Januari 2003 saat itu Kabupaten Bandung dipimpin oleh Bupati Obar Sobarna,” kata Kepala UPT Sijalak Harupat Soreang Bandung Jawa Barat, Agus Subasman.
Diresmikan pada hari jadi atau HUT Kabupaten Bandung ke 364, tanggal 26 April 2005, lanjut Agus, peresmian tersebut dilakuka oleh Agum Gumelar yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Baca Juga: Berikut Ini Nomor Urut 17 Parpol Peserta Pemilu 2024
“Adapun sarana prasarana yang dimiliki diantaranya : lapangan sepak bola sebagai arena utama, dengan rumput jenis zoyzia matrella lin mer yang bisa meminimalkan cedera pemain bola, lampu untuk lapangan berketetapan 1.000 lux yang memungkinkan diterapkannya pertandingan malam,” katanya.
Kemudian, Kamis (15/12/22), lanjut Agus, papan skor (scoring board) elektronik, lintasan (track) untuk atletik dengan ukuran standar sebanyak 8 lintasan, tribun penonton yang dapat menampung 27.000 - 40.000 penonton, sarana penunjang lainnya seperti toilet, kantin, ruang ganti pemain, ruang wasit, dan lain-lain,” ujarnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Ditangkap KPK Tadi Malam
Diungkap Agus Subasman, luas kontruksi stadion 28.177 m², lapangan sepak bola 7.500 m², lansekap 13.000 m², dan terdapat penilaian kelayakan dari berbagai aspek yang kemudian dinyatakan layak sesuai dengan penilaian yang dilakukan baik oleh FIFA, KONI dan PSSI .
“Semula memang diakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang harus dibenahi, dan hanya dinyatakan layak untuk menggelar pertandingan kuaifikasi lokal dan nasional, namun seiring dngan waktu, stadion ini terus bebenah hingga akhirnya layak untuk dijadikan stadion internasional,” ungkapnya.
Baca Juga: Sampaikan Tuntutan Karena Tidak Dimanusiawikan, Puluhan Ojol Minta Diterbitkan Payung Hukum
Pada tahun 2010, stadion ini direnovasi untuk meningkatkan sarana prasarana yang benar sehingga layak untuk dibuat sebagai stadion internasional. Tribun penonton, ruang ganti pemain, loket tiket, dan bagian-bagian di sekitar stadion kini dinilai sudah memenuhi standar yang diambil keputusan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).
“Dan akhirnya, stadion ini digunakan untuk berbagai pertandingan, mulai Liga Lokal, Liga Nasional dan yang akan datang ialah Laga Dunia yakni Perhelatan Sepak Bola Piala Dunia U-20 Tahun 2023 mendatang, yang diikuti oleh 24 negara dan Indonesia menjadi tuan rumah,” pungkasnya.(***)
Artikel Terkait
Jangan Kaget, Kulit Pisang Ternyata Bisa Dibikin Keripik yang Krispi dan Gurih, Peluang Usaha Baru
Kata Gus Baha Ada Umat Nabi Muhammad SAW yang Tidak Mendapatkan Syafaat di Akhirat Siapakah Itu?.
Daruba Digetarkan Guncangan Gempa Hari Ini Kamis 15 Desember 2022, Magnitudo 5,0
Ketua KPU Kab. Tasikmalaya, Zam zam Jamaludin Jelaskan Tahapan Pemilu 2024 Pada Masyarakat, Ada yang Beda
Sampaikan Tuntutan Karena Tidak Dimanusiawikan, Puluhan Ojol Minta Diterbitkan Payung Hukum
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Ditangkap KPK Tadi Malam
Berikut Ini Nomor Urut 17 Parpol Peserta Pemilu 2024
24 Negara Akan Berlaga Di Piala Dunia U-20, Agus Subasman : Momen Baik Untuk Warga Bandung dan Sekitarnya