VIEWJABAR - Bagi sebagian orang yang bermukim di perkotaan, tidak akan tahu terhadap perkakas dapur yang disebut Dulang.
Perkakas dapur yang disebut Dulang adalah sebuah benda yang digunakan untuk menggoleh nasi (ngakeul -Sunda) yang baru diangkat dari tungku setelah matang.
Proses penggolehan nasi dalam Dulang hingga kini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat, terutama yang berada di perkampungan.
Baca Juga: Ibunda Yoshua Ingin Nama Baik Anaknya yang Tercoreng Segera Pulih
Hal itu dilakukan karena sebagian masyarakat masih mempertahankan tradisi leluhur nenek moyang terdahulu.
Dulang terbuat dari bahan baku kayu dan tidak hanya berfungsi untuk menggoleh nasi akan tetapi akan membuat aroma nasi akan berbeda serta rasa yang beda pula.
"Silahkan saja coba, antara nasi yang sudah digoleh dalam Dulang dengan nasi yang langsung dimakan," kata Abah Otoy Kepala Dusun Kampung Adat Naga.
Baca Juga: Ambarayah Dibawah Kendali Punduh Imin, Bangun Pos Yandu dan Sejahterakan Guru Ngaji, Ini Jurusnya!
Selain rasanya berbeda, tambah Abah Otoy, nasi yang digoleh dalam Dulang akan memunculkan aroma berbeda.
Harum nasi yang digoleh dalam Dulang, tambahnya, bisa membangkitkan selera makan.
Di Kampung Adat Naga masyarakatnya masih setia menggunakan Dulang dalam proses menggoleh nasi.
Baca Juga: Kehadiran Segerombolan Monyet Resahkan Masyarakat Legok Muncang dan Citamiang Kabupaten Tasikmalaya
Tak heran banyak ditemukan para perajin pembuat Dulang yang masih tetap mempertahankan tradisi itu.
Seperti yang dilakukan Mino, salah seorang perajin Dulang yang juga warga Kampung Adat Naga di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.
Artikel Terkait
Sebelum ke Pamijahan Tasikmalaya, Syekh Abdul Muhyi Tinggal di Kuningan, Ini Sosok Gurunya
Ibu Brigadir Yoshua Hutabarat Kecewa Atas Vonis yang Diberikan Kepada Putri Candrawathi
10 Tahun Bunga Mekar, Dies Natalis SMAN 1 Cisayong Tasikmalaya Tekankan Bahasa Inggris, Nah! Ada Guru Tersabar
Ibu yang Aniaya Anak Kandunya Sendiri Resmi Jadi Tersangka
Kehadiran Segerombolan Monyet Resahkan Masyarakat Legok Muncang dan Citamiang Kabupaten Tasikmalaya
Ambarayah Dibawah Kendali Punduh Imin, Bangun Pos Yandu dan Sejahterakan Guru Ngaji, Ini Jurusnya!
Ibunda Yoshua Ingin Nama Baik Anaknya yang Tercoreng Segera Pulih