Rupiah Diprediksi Pada Kisaran Rp16.075 Hingga Rp16.175 Per Dolar AS Hari Ini Jumat 12 Juli 2024, Simak Penyebabnya

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Jumat, 12 Juli 2024 | 13:05 WIB
Ilustrasi lembaran uang rupiah dan dolar AS.  Berikut info kurs rupiah terhadap dolar AS pada hari ini Jumat 12 Juli 2024. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Ilustrasi lembaran uang rupiah dan dolar AS. Berikut info kurs rupiah terhadap dolar AS pada hari ini Jumat 12 Juli 2024. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

VIEWJABAR.COM - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan berada pada kisaran Rp16.075 hingga Rp16.175 per dolar AS pada hari ini Jumat 12 Juli 2024.

Menurut beberapa kalangan praktisi keuangan, kisaran kurs rupiah terhadap dolar AS itu turut dipengaruhi faktor eksternal dari luar negeri, terutama seiring dengan melemahnya dolar AS pasca rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kurs rupiah terhadap dolar AS pada sesi awal transaksi Jumat pagi tercatat naik 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.155 per dolar AS.

Baca Juga: Ingin Ngemil Tapi Cuma Ada Telur? Recook Resep Ini, Bikinnya Sat Set, Bahannya Simple Rasanya Enak!

Baca Juga: Ada Sayap Ayam di Rumah? Olah Pakai Resep Ini, Yuk! Bikinnya Sat Set, Cuma 5 Langkah, Bisa Jadi Frozen Food!

Selain faktor inflasi AS, melemahnya dolar AS dipicu pula oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Juni 2024 yang mencatat deflasi sebesar 0,1 persen month on month (mom)

"Lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan inflasi sebesar 0,1 persen mom," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan deflasi Juni 2024 merupakan deflasi pertama sejak 2020. Secara tahunan, inflasi AS turun menjadi 3 persen year on year (yoy), di bawah perkiraan sebesar 3,1 persen yoy dan lebih rendah dari inflasi tahunan pada Mei 2024 sebesar 3,3 persen yoy.

Baca Juga: Tak Hanya Bisa Menurunkan Berat Badan, Ini Dia Manfaat Teh Bunga Telang untuk Kesehatan

Baca Juga: Aktif Dukung Pengelolaan Zakat di Daerah, Bupati Bandung Raih Anugerah BAZNAS Jabar Award 2024

Data IHK yang lebih rendah dari perkiraan, tutur Josua, menunjukkan perkembangan disinflasi yang konsisten di AS, dan meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga pada September 2024, sehingga semakin mendorong sentimen risk-on di pasar.

Investor terus mempertahankan ekspektasi mereka mengenai dua kali penurunan suku bunga kebijakan pada tahun 2024. Sentimen itu mendorong pelemahan dolar AS.

Sementara sisi lain secara internal di dalam negeri, sentimen positif terhadap kurs rupiah turut dipengaruhi oleh volume perdagangan obligasi Pemerintah Indonesia pada Kamis 11 Juli 2024 yang tercatat sebesar Rp15,7 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan volume perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14,3 triliun.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X