Tren Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Sejumlah Investasi Berikut Ini Bisa Menjadi Pilihan

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Jumat, 21 Juni 2024 | 14:05 WIB
Ilustrasi uang rupiah. Kurs rupiah masih melemah terhadap dolar AS akhir-akhir ini. (Pixabay/EmAji)
Ilustrasi uang rupiah. Kurs rupiah masih melemah terhadap dolar AS akhir-akhir ini. (Pixabay/EmAji)

VIEWJABAR.COM - Tren nilai tukar atau kurs rupiah masih melemah terhadap dolar AS akhir-akhir ini.

Bahkan saat ini kurs rupiah rata-rata sudah berada di atas level Rp16.400-an per dolar AS.

Dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Jumat 21 Juni 2024 pagi misalnya, rupiah dibuka Rp16.471 per dolar AS atau turun 41 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Baca Juga: Wanita 40 Tahun ke Atas Wajib Konsumsi Beberapa Makanan Ini, Hebat untuk Mencegah Beberapa Jenis Penyakit dan Kanker

Menyikapi tren pelemahan rupiah, kalangan pengamat menyarankan masyarakat bisa melakukan beberapa upaya, di antaranya tetap berinvestasi.

"Ini memang pilihan, tergantung persepsi risiko masing-masing. Kalau berani risiko, investasi saham dan investasi lain," kata Pengamat makroekonomi dan keuangan dari Indef Abdul Manap Pulungan, seperti dikutip Antara.

Kondisi depresiasi atau pelemahan rupiah terhadap mata uang asing dolar AS ini, menurut dia, merupakan saat yang tepat bagi masyarakat yang memiliki dana lebih untuk membeli saham.

Baca Juga: Resep Ayam Bakar Kecap, Bumbu Legit Meresap Sempurna Hingga ke Dalam, Cocok Jadi Ide Jualan!

Pembelian saham ini dilakukan ketika sejumlah emiten yang melantai di bursa sedang tak bergairah.

Ada beberapa sahan yang potensial untuk dibidik, seperti saham blue chip atau saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar namun saat ini harganya menurun.

Saham yang potensial dilirik, lanjut dia, saham blue chip atau saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar namun saat ini harganya menurun.

Baca Juga: BIKIN BOROS NASI! Resep Ayam Betutu, Gampang Buatnya Nendang Rasanya, Pedas Manis Gurihnya Pas!

Kendati demikian, Abdul Manap tetap menyarankan agar calon investor perorangan untuk memikirkan investasi di saham dalam jangka panjang, 5 hingga 10 tahun.

"Yang ideal itu memang membeli saham sewaktu (harga) turun saat ini, nanti dijual 5-10 tahun mendatang. Jangan dijual saat naik cuma 5 persen, itu sama dengan trading bukan investasi," tuturnya.

Pilihan Investasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X