Pilihan selain investasi saham di lantai bursa, masyarakat bisa mengelola dana atau menanamkan modalnya ke sektor properti atau aset tanah.
Aset tanah yang dimaksud seperti tanah produktif, contohnya sawah atau perkebunan yang memberikan hasil.
Meskipun demikian, investasi tanah ini tergolong tidak likuid atau tidak bisa langsung cair saat memerlukan dana tunai.
Selain investasi saham dan properti, investasi komoditas emas bisa pula menjadi pilihan di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga: GLUTEN FREE! Resep Chiffon Cake Premium Bahan Ekonomis, Lengkap dengan Tips and Trick Antigagal
Namun, investasi emas ini tentu tujuannya adalah jangka panjang, rata-rata di atas 10 tahun.
Minat investasi emas masih cukup tinggi selama ini, terlebih tren harga emas cenderung naik setiap tahun dan lebih stabil.
Sebagai acuan, harga emas batangan Antam sudah mencapai Rp1.355.000 per gram, yang mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir pada tahun ini.
Selanjutnya ada investasi di surat utang negara (SUN) atau surat berharga negara (SBN) yang minim risiko dan dijamin negara.
Meski imbal hasil tidak besar, namun investasi di segmentasi surat berharga itu memberi dampak psikologis yang positif kepada masyarakat.
Demikian info soal tren rupiah yang melemah terhadap dolar AS, dan beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat.***
Artikel Terkait
Ini Penyebab Rupiah Menguat Sore Hari Ini Selasa 4 Juni 2024, Naik 10 Poin Posisi Rp16.220 Per Dolar AS
Mengapa Investasi Emas Masih Banyak Diminati Masyarakat?, Ternyata Ini Beberapa Alasannya
Ini Penyebab Kurs Rupiah Merosot Terhadap Dolar AS Pada Sesi Penutupan Selasa 11 Juni 2024
Kurs Rupiah Kembali Melemah Pada Sesi Penutupan Rabu 12 Juni 2024 Sore, Ini Beberapa Penyebabnya
Akhir Pekan Jelang Libur Panjang, Kurs Rupiah Ditutup Melemah Terhadap Dolar AS Pada Sesi Penutupan Jumat 14 Juni 2024