Bendungan Senilai 2 Triliun Rupiah Diresmikan Wapres KH. Ma'ruf Amin di Sumedang

photo author
Iwan Setiawan, View Jabar
- Selasa, 9 Juli 2024 | 15:42 WIB
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin meresmikan Bendungan Cipanas Sumedang yang menelan biaya pembangunan sebesar 2 triliun rupiah pada Selasa 9 Juli 2024 (Iwan Setiawan/ ViewJabar.com)
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin meresmikan Bendungan Cipanas Sumedang yang menelan biaya pembangunan sebesar 2 triliun rupiah pada Selasa 9 Juli 2024 (Iwan Setiawan/ ViewJabar.com)

VIEWJABAR.COM - Peresmian bendungan yang menelan anggaran Rp 2 triliun oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin, ditandai dengan pemutaran miniatur keran dan penandatanganan prasasti pada Selasa 9 Juni 2024.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, yang berada di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat itu, untuk meresmikan Bendungan Cipanas itu menyampaikan peran strategis keberadaan bendungan tersebut.

"Tidak hanya berfungsi sebagai sumber air baku, bendungan juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan energi," ujarnya.

Menurutnya, bendungan membantu suplai air untuk lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian dan akhirnya berdampak bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Wakil Presiden Ma'ruf Amin Angkat Bicara ! Kisruh Menu Pencegahan Stunting di Kota Depok , Begini Reaksi Netizen

Selain itu, KH. Ma'ruf Amin memaparkan tentang pemanfaatan bendungan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam rangka mendorong transisi energi menuju energi baru dan terbarukan. 

"Demi meningkatkan kontribusi energi baru dan energi terbarukan dalam memasok kebutuhan energi nasional, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan bendungan untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung (PLTST)," ungkapnya dalam sambutan.

Wapres mengatakan, bendungan juga bisa digunakan sebagai sarana pengelolaan banjir saat musim hujan dan penampungan air, saat musim kemarau. "Untuk itu, bendungan sangat penting dalam manajemen sumber daya air di Indonesia," katanya.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga mengatakan, Indonesia memiliki potensi sumber daya air yang besar dengan curah hujan mencapai 2,78 triliun meter kubik per tahun. Namun demikian, dari potensi tersebut, baru sekitar 700 miliar meter kubik yang bisa dimanfaatkan.

Sumedang 

Baca Juga: Seleksi Kerja Ke Jepang, Disnakertrans Sumedang Tetap Fasilitasi Untuk Mengurangi Pengangguran

"Suplai air yang besar ini belum diiringi dengan kemampuan penampungan yang optimal, sehingga sebagian besar air hujan tersebut mengalir terbuang ke laut. Untuk itu pembangunan infrastruktur air seperti bendungan sangat penting demi memaksimalkan pengelolaan air," ujar Wapres.

Ia juga mengatakan, bendungan dapat digunakan sebagai sarana pengelolaan banjir saat musim hujan dan penampungan air saat musim kemarau. Untuk itu, bendungan sangat penting dalam manajemen sumber daya air di Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir, kata dia, pemerintah melalui Kementerian PUPR, sudah membangun 43 bendungan dan lebih dari satu juta hektar jaringan irigasi. 

"Salah satunya adalah Bendungan Cipanas Sumedang ini yang menjadi bagian dari usaha pemerintah meningkatkan pengelolaan air dan menjaga ketahanan pangan," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aam Permana S

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X