Kereta Cepat Whoosh Dievaluasi, Jumlah Penumpang Per Hari Belum Capai Target, Ini Penjelasan Wakil Menteri BUMN dan Dirut KCIC

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Kamis, 25 Juli 2024 | 12:05 WIB
Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung terus meningkatkan pelayanan untuk mendorong jumlah penumpang. (KCIC)
Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung terus meningkatkan pelayanan untuk mendorong jumlah penumpang. (KCIC)

VIEWJABAR.COM - Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau yang kini lebih dikenal dengan sebutan Kereta Cepat Whoosh akan dievaluasi terkait tren penumpang dan kinerja setelah sekitar 9 bulan beroperasi.

Meski kinerja Kereta Cepat Whoosh ini dinilai baik, namun dari sisi jumlah penumpang masih belum mencapai atau melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah.

Hal itu seperti disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Ia mengakui kendati kinerja kereta cepat dinilai baik namun jumlah penumpang sejauh ini masih di bawah target awal yaitu sebanyak 29.000 penumpang per hari.

Baca Juga: Pengangguran dan Lapangan Kerja Minim Turut Jadi Penyebab Maraknya Judi Online, Ini Kata Pengamat Sosial

"Kalau traffic kan kemarin kereta cepat sudah mencapai 24.000 (penumpang per hari). Ini masih sedikit di bawah (target), kita akan kejar terus," katanya di Jakarta kemarin seperti dikutip Antara.

Terkait traffic, ia memperkirakan bahwa KCIC bisa mengejar target jumlah penumpang dalam 2-3 tahun mendatang.

Untuk meningkatkan jumlah penumpang Whoosh, menurut dia, pemerintah berencana menambah frekuensi perjalanan kereta dari 48 perjalanan menjadi 62 perjalanan per hari.

Baca Juga: BIJB Kertajati Berpotensi Dikembangkan Menjadi Bandara Khusus Haji dan Umrah, Ini Penjelasan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin

"Jadi frekuensi juga kita tambah, harapannya penumpang semakin banyak," tuturnya.

KCIC mencatat sejak dioperasikan pada 17 Oktober 2023, jumlah penumpang kereta cepat Whoosh telah mencapai 4 juta penumpang.

Whoosh merupakan layanan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara dengan rute Jakarta-Bandung dan melayani empat stasiun, yakni Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar.

Dipanggil Presiden

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memanggil Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi dan beberapa menteri kabinet untuk mengevaluasi tren penumpang dan kinerja kereta cepat Whoosh setelah 9 bulan beroperasi.

Baca Juga: Program Buruan Sae Turut Beri Andil Terpilihnya Kota Bandung Jadi Tuan Rumah ASEAN Summer School

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X