VIEWJABAR.COM - Sebagai antisipasi terjadinya krisis pangan akibat dari perubahan iklim ekstrem, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sejumlah langkah.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dengan melakukan berbagai antisipasi Mentan meyakini Indonesia bisa mengantisipasi hal tersebut.
"Insya Allah mudah-mudahan bisa kita atasi dan mitigasi segala dampak yang ditimbulkan akibat iklim yang ekstrem, perubahan iklim El Nino dan kekeringan, overlapping keduanya tahun ini Insya Allah bisa kita hadapi," katanya seperti dilansir Antara.
Baca Juga: Jalan Braga: Ikon Kota Bandung, Simak Sejumlah Destinasi yang Wajib Dikunjungi di Kawasan Ini
Mentan menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi krisis pangan seperti program pompanisasi dan optimasi lahan.
"Intinya sektor pangan kita melakukan akselerasi dan berikan solusi cepat pompanisasi dan optimasi lahan. Kemudian benih unggul, alsintan (alat dan mesin pertanian). Itu solusi cepat atasi masalah pangan," ucap Amran.
Percepatan Tanam Padi
Kementan mengakselerasi percepatan produksi tanaman padi guna memastikan ketersediaan dan ketahanan pangan yang memadai demi mengantisipasi krisis pangan.
Baca Juga: Forum OSIS Jawa Barat Generasi 12 Dikukuhkan, Berikut Pesan Sekda Jabar Herman Suryatman
"Saat ini kami semua turun ke lapangan. Semua pejabat yang ada di Kementerian Pertanian, staf-staf di Kementerian Pertanian turun ke lapangan. Kami lagi berfokus untuk bisa meningkatkan produksi pangan," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan Arief Cahyono.
Arief menjelaskan akselerasi percepatan tanam padi dilakukan dengan berbagai upaya, termasuk peningkatan efisiensi, teknologi, dan dukungan kepada petani,
Arief mengungkapkan bahwa saat ini jajaran Kementan sedang bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras di seluruh sentra produksi.***
Artikel Terkait
Harga Beras Naik di Tingkat Penggilingan, Grosir dan Eceran, Ternyata Ini Salah Satu Penyebabnya Menurut BPS
Koperasi Didorong Lebih Banyak Bergerak di Sektor Riil dan Produktif, Ini Tujuannya Menurut KemenKopUKM
Gerakan Pangan Murah Untuk Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga, Bapanas: Diharapkan Bisa Kendalikan Inflasi
Kota Bandung Miliki Daya Tarik Investasi, Berikut 10 Sektor yang Dinilai Potensial
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen Pada Triwulan 2 Tahun 2024, Berikut Data BPS dan Proyeksi KKSK