Stop begadang! Ini Bahaya yang Ditimbulkan Pada Fungsi Organ Tubuh

photo author
Miftah Hadi Sopyan, View Jabar
- Senin, 9 Oktober 2023 | 10:42 WIB
Pemerhati Kesehatan dalam Diskusi Terkait Kebiasaan Begadang (Antaranews.com)
Pemerhati Kesehatan dalam Diskusi Terkait Kebiasaan Begadang (Antaranews.com)

VIEWJABAR - Begadang mungkin merupakan kebiasaan yang kini lumrah di tengah masyarakat luas.

Namun, menurut dr Reisa Broto Asmoro sebagai pemerhati kesehatan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kebiasaan begadang karena dapat menimbulkan risiko gangguan fungsi organ tubuh, yakni organ hati.

"Tidur adalah basic manusia, paling tidak tujuh sampai delapan jam sehari pada malam hari. Kalau badan dipaksa berubah jam tidurnya menjadi bangun, maka dapat mengganggu fungsi metabolisme tubuh," ucap dia.

Baca Juga: Warga River Valley Demo ! Buntut Pengrusakan TPS dan Penghadangan Truk Sampah, Berawal dari Pemilihan RT

Reisa menjelaskan, kebiasaan begadang dapat mempengaruhi fungsi organ tubuh yang seharusnya diistirahatkan pada malam hari agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika kebiasaan begadang terus dilakukan, maka jangka panjangnya akan bedampak pada kerusakan hati, yakni organ hati tidak mampu lagi menyaring racun/detoksifikasi pada tubuh.

Lebih lanjut dr Reisa mengatakan, akibat kerusakan hati tersebut maka racun yang menumpuk akan menimbulkan permasalahan lain seperti hepatitis, sirosis hati, perlemakan hati, sampai kanker hati.

Baca Juga: Bogor Hade, Layanan Unggulan Berbasis One Health yang Terintegasi dengan RSUD Cibinong

"Maka harus tidur yang cukup di malam hari, paling tidak dalam satu siklus tidur tubuh kita masuk fase deep sleep (tidur nyenyak) sebanyak dua sampai tiga kali," ujarnya.

Disisi lain, dr. Gina Anindyajati Sp.KJ selaku Psikiater Klinik dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo menyebut kebiasaan begadang di usia muda bisa mempengaruhi fungsi metabolisme otak sehingga berdampak menimbulkan penyakit demensia atau pikun.

"Akibatnya di masa yang akan datang seseorang yang terbiasa tidur larut malam akan berisiko mengalami gangguan fungsi kognitif yang terkenal dengan demensia atau pikun," kata dia.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan SYL oleh KPK, Kapolri: Proses Penyidikan Dilakukan Secara Cermat dan Hati-Hati

Gina juga menambahkan, tidur yang cukup adalah investasi di masa muda untuk masa tua yang tetap fit dan bugar serta bisa bekerja jika memang perlu bekerja di masa tua.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Miftah Hadi Sopyan

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X