VIEWJABAR - Sampai saat ini, penyakit jantung masih menjadi salah satu kondisi yang mengancam keselamatan jiwa di seluruh dunia.
Menurut data yang dihimpun dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada tahun 2012, sebanyak 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
Penyebab utama teriadinya serangan jantung disebabkan oleh adanya penyumbatnya pembuluh darah arteri oleh tumpukan plak maupun zat-zat kimia dari makanan dan minuman.
Baca Juga: Hj Siti Mamduhah Ma’ruf Amin, Hadiri Launching Dispenser Minyak Goreng Curah
hal tersebut membuat adanya penggumpalan darah pada bagian arteri sehingga aliran darah terganggu dan menyebabkan terjadinya kematian.
Bukan hanya itu ternyata penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, seperti anak-anak yang masih kecil sudah meroko.
Bahkan Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Pediatrik sekaligus anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia (PERKI) dr. Aditya Agita Sembiring, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa gaya hidup yang tidak sehat membuat anak muda juga bisa terkena penyakit jantung.
"Untuk bisa sakit jantung itu nggak mudah. Nggak serta merta. Kita ambil contoh yang paling populer itu sakit jantung koroner. Biasanya kan terjadi pada kakek-kakek ya usia 70 tahun. Sekarang 30 tahunan bisa sudah serangan jantung," jelas Aditya saat dijumpai di Gedung Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, Kamis 2 Maret 2023.
"Kenapa? Satu ya karena lifestyle. Serangan jantung nggak bisa tiba-tiba sehat terus kena serangan jantung. Itu nggak mungkin. Harus ada faktor risikonya," imbuhnya.
Lebih dalam, Aditya juga menyampaikan bahwa terdapat 5 faktor risiko dari penyakit jantung yakni diabetes, hipertensi, kolesterol, riwayat keluarga dan merokok.
Baca Juga: Perlu Diketahui, Inilah 6 Sayuran yang Bisa Buat Awet Muda
Salah satu faktor risiko yang menyebabkan anak-anak muda sudah mengalami penyakit jantung adalah gaya hidup yang mulai merokok sejak usia sekolah.
"Sekarang anak-anak SMP sudah merokok. Anak SMA sudah merokok. Mereka juga nggak mikir. Merokoknya sampai dua bungkus, tiga bungkus. Bayangin coba. Jadi lifestyle ini yang menjadikan kenapa yang muda sudah terkena jantung," paparnya.
Selain itu, kini teknologi di dunia kesehatan pun sudah semakin canggih. Oleh sebab itu, Aditya mengatakan lebih mudah untuk mendeteksi para generasi muda yang mengalami penyakit jantung.
Artikel Terkait
Mentri Agama, Meminta Penyelenggara Haji Memperhatikan Hal-hal Kecil
Gelar Pisah Sambut Pejabat Lama ke Pejabat Baru KCD XII Kota/Kabupaten Tasikmalaya Sederhana, Ini Penuturannya
Rahasiah SMAN 1 Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Torehkan Prestasi, Wujudkan Obsesi Sekolah Terfavorit
6 Fakta Xbox yang Harus kamu Tahu
Ini Janji Ketua Umum PSSI, Erick Thohir Untuk Tragedi Kanjuruhan
Perlu Diketahui, 8 Tanaman Herbal Ini Mampu Menurunkan Gula Darah
Obati Rmatik dengan 6 Jenis Tanama Herbal Ini