Ahli Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Bagi Sistem Kekebalan Anak

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Selasa, 20 Juni 2023 | 07:00 WIB
Vaksinasi Anak sangat di sarankan untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat
Vaksinasi Anak sangat di sarankan untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat

VIEWJABAR - Data direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada 2014-2016 menunjukkan bahwa sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Padahal, pemberian imunisasi rutin lengkap, yakni imunisasi dasar dan lanjutan sangat penting dalam menciptakan masyarakat sehat, serta menjaga imunitas tubuh anak dari berbagai penyakit. 

Imunisasi dilakukan dengan pemberian vaksin. Vaksin diberikan melalui suntikan maupun tetesan oral ke dalam mulut yang bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit.

Baca Juga: Ngobrol di Warung, Cekcok Akhirnya Terjadi Pembacokan, Pria di Cipatujah Tasikmalaya Ambruk

Dokter Spesialis Anak dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A, BmedSci, M.Kes yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua tentang pentingnya vaksinasi bagi sistem kekebalan tubuh anak-anak.

"Vaksinasi sangat penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh kita. Melalui vaksinasi, kita dapat melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan merespons ancaman potensial seperti virus," tutur dr. Miza dalam siaran resminya. 

Vaksinasi memiliki peran vital dalam melawan penyakit yang mengancam jiwa, karena setiap vaksin memiliki target untuk melawan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, atau wabah.

Baca Juga: Viral Warga Protes Jalan Rusak, Pemkab Garut Siapkan Anggaran Rp 15 Miliar Untuk Perbaikan

Beberapa jenis vaksin yang tersedia, kata Miza, antara lain vaksin hepatitis B, polio, BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk tuberkulosis, HIB (Haemophilus influenzae tipe B) untuk pneumonia atau meningitis, DPT (Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus), dan lainnya.

Menurut dokter yang berpraktik di RSIA Tumbuh Kembang di Depok itu, vaksinasi primer melibatkan serangkaian dosis vaksin pada bayi untuk merespons antibodi awal. Misalnya, vaksin DPT diberikan pada bayi usia dua, tiga, dan empat bulan, secara berurutan.

Namun, kadar antibodi bisa menurun, sehingga diperlukan dosis penguat pada bayi usia 18 bulan dan lima tahun.

Baca Juga: Keluarga Abdin Korban Kebakaran Terharu Didatangi Anggota DPRD dan Wabup Garut

“Pada usia sekitar 16 bulan, antibodi anak mulai turun. Sebelum antibodinya habis, kita perlu melakukan booster DPT yang biasa dilakukan di 16 bulan, atau setelah dua bulan diberikan booster maka di usia 18 bulan. Booster untuk menguatkan, bisa berkali lipat antibodinya, sehingga perlindungannya lebih kuat dan lebih panjang,” jelas dr. Miza.

“Setelah diberikan booster ini, biasanya antibodi akan mulai menurun sekitar di usia empat tahun, pada saat sekitar usia empat tahun itu mulai menurun, maka di usia lima tahun diberikan booster DPT lagi,” tambahnya.

Apabila tidak melakukan vaksinasi pada usia-usia tersebut, Miza menekankan tidak ada kata terlambat dalam menjalani imunisasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X