Gempa Turki, Erdogan Akui Ada Kendala Dalam Tanggap Darurat, 13,5 Juta Orang Terdampak

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Rabu, 8 Februari 2023 | 20:41 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan ada kendala dalam tanggap darurat Gempa bumi Turki. Foto / Instagram / rterdogan /.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan ada kendala dalam tanggap darurat Gempa bumi Turki. Foto / Instagram / rterdogan /.

VIEWJABAR - Gempa bumi yang terjadi di Turki mengagetkan semua pihak karena kekuatan gempa tersebut sangat dahsyat 7,8 magnitudo.

Gempa bumi dahsyat tersebut mengakibatkan ribuan bangunan di Turki ambruk, sekolah dan juga rumah sakit rusak.

Puluhan ribu warga mengalami luka luka dan ribuan orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang menggunakan wilayah Turki.

Baca Juga: Inilah Rencana Perjalanan Haji 2023, yang Ditetapkan Kemenag, Berikut Rincian Lengkapnya

Pada awal awal tanggap darurat setelah terjadi gempa bumi Turki yang mematikan tersebut terjadi banyak kendala yang dihadapi pemerintah.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan adanya sejumlah kendala yang dihadapi pemerintah dalam respon awal terhadap dampak gempa.

Hanya saja upaya penanganan dampak bencana gempa bumi Turki saat ini kata Erdogan sudah normal kembali.

Baca Juga: Info Gempa Terkini, BMKG Sebut Papua Guncang Kota Jayapura Magnitudo 4,7 Hari Ini

Hal tersebut dikatakan oleh Erdogan pada saat pertama kali mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi Turki dengan magnitudo 7,8 dan 7,5.

Kepada wartawan saat meninjau provinsi Kahramanmaras dekat episentrum gempa Turki, Erdogan mengatakan ada masalah pada jalan dan bandara.

Hanya saja kondisinya semakin membaik dari hari ke hari setelah peristiwa gempa bumi Turki dengan magnitudo 7,8 terjadi.

Baca Juga: Gempa Turki, Korban Terus Bertambah, Kini Sudah Mencapai 4.800 Orang Tewas

"Pada hari pertama kami menemui beberapa masalah, tetapi kemudian pada hari kedua dan hari ini, situasinya terkendali," kata Erdogan.

Erdogan menjelaskan, pemerintah Turki saat ini masih menghadapi kendala bahan bakar. Tetapi pihak pemerintah akan berusaha untuk mengatasinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X