Menurutnya, sekitar 40 orang yang terdiri dari peserta, pembina, pendamping, pimpinan kontingen, hingga peninjau sempat menunggu kepastian sebelum akhirnya terpaksa kembali ke Ende.
Viralnya video tersebut memunculkan gelombang dukungan dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ende bersama para orang tua peserta kemudian berkolaborasi membantu memenuhi kebutuhan biaya keberangkatan.
Berkat dukungan tersebut, seluruh kontingen Pramuka Kabupaten Ende akhirnya dipastikan tetap berangkat dan bergabung dalam Jambore Nasional di Jakarta.
Sinun berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi agar perencanaan anggaran kegiatan kepanduan di daerah dapat dipersiapkan lebih baik.
Menurutnya, prestasi dan semangat anak-anak Pramuka tidak seharusnya terhambat hanya karena persoalan pendanaan.(*)
Artikel Terkait
Usai Ramai Disorot, dr Tamara Jasmine Sampaikan Permintaan Maaf dan Klarifikasi atas Komentar Soal Pasien BPJS
Polisi Bawa Pelaku Mutilasi ke Kali Licin, Anjing K9 Cari Potongan Kaki Korban