VIEWJABAR - Tiga produsen farmasi swasta di Indonesia diduga menggunakan bahan baku pelarut obat yang melampaui ambang batas aman sehingga berisiko merusak ginjal pasien.
Tiga produsen farmasi Indonesia yang menggunakan pelarut obat melampaui ambang batas aman tersebut, diungkapkan Kepala BPOM Penny K Lukito kepada wartawan Senin, 31 Oktober 2022.
Kini tiga produsen farmasi itu sedang diselidiki pihak kepolisian.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, pihaknya kini sedang berusaha mengumpulkan sampel bekerja sama dengan Kemenkes, Dinkes dan BPOM di daerah.
Sample yang dikumpulkan di antaranya sampel urine dan darah pasien gagal ginjal akut. Sementara sampel yang telah didapat dari BPOM berupa sisa obat sirop dalam kemasan yang dikonsumsi pasien.
Baca Juga: Akhirnya Brigjen Pol Hendra Kurniawan Dipecat dari Kepolisian
Dari uji sampel sisa obat itu, kata Pipit, penyidikan kasus sudah mengerucut kepada salah satu dari tiga perusahaan farmasi yang menggunakan pelarut obat melebihi ambang batas aman.
Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito, menjelaskan nama tiga produsen farmasi yang mengunakan pelarut obat melebihi ambang batas aman tersebut, yaitu:
1. PT Yarindo Farmatama
Tuduhan: menggunakan bahan baku obat tidak memenuhi syarat sehingga memicu cemaran EG di atas batas aman.
"PT Yarindo Tidak melakukan kualifikasi pemasok bahan baku obat, termasuk tidak melakukan pengujian bahan baku untuk parameter cemaran EG dan DEG," kata Penny K Lukio, Senin, dikutip dari Antara.
Baca Juga: 26 Warga Asing yang Tewas dalam Tragedi Halloween Itaewon, Kebanyakan Mahasiswa Program Petukaran
Selain itu, perusahaan ini tidak menggunakan metode analisa uji bahan baku sesuai referensi terkini.
PT Yarindo Farmatama berdomisili di Tangerang, Banten. Produk yang dipasarkannya bermerek dagang Flurin DMP Syrup.
Artikel Terkait
Peringatan Dini BMKG, 8 Daerah di Jawa Barat Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan: WNA Tewas di Tragedi Halloween Itaewon 26 Orang, Berasal dari 14 Negara
Jabar Baheula: Ketika Selir Bupati Hamil oleh Asisten Residen
Profil dan Biodata Ayahanda Angelina Sondakh, Prof Dr Ir Lefrand W Sondakh, yang Meninggal Akibat Jantung
70 Anak Pasien Gagal Ginjal Akut di DKI Jakarta Meninggal Dunia
Suami Istri Warga Bandung Barat Penganiaya ART Warga Limbangan Garut, Mewek ketika Ditangkap Polisi
26 Warga Asing yang Tewas dalam Tragedi Halloween Itaewon, Kebanyakan Mahasiswa Program Petukaran
Akhirnya Brigjen Pol Hendra Kurniawan Dipecat dari Kepolisian