2. Takbiratul ihram
3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).
4. Ruku
5. Bangkit dari ruku (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat Al Quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Ruku kembali (ruku kedua), waktunya lebih pendek dari ruku sebelumnya
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama. Hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
11. Salam.
Usai menunaikan sholat gerhana, imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat Idul fithri/idul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah.
Itulah tata cara sholat gerhana.***
Artikel Terkait
70 Anak Pasien Gagal Ginjal Akut di DKI Jakarta Meninggal Dunia
26 Warga Asing yang Tewas dalam Tragedi Halloween Itaewon, Kebanyakan Mahasiswa Program Petukaran
Akhirnya Brigjen Pol Hendra Kurniawan Dipecat dari Kepolisian
1 November Memperingati Hari Apa ya?
Waspada, 14 Daerah di Jawa Barat Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang, Kata BMG
Ruang Lain di Restoran Karnivor Bandung, Sensasi Makan Berteman Makhluk Ghaib, Berani Coba?
BPOM Temukan 7 Obat Paracetamol Sirup Ancam Gagal Ginja Akut
Tewas dalam Tragedi Halloween Itaewon, Jenazah Aktor Lee Ji-han Dimakamkan Selasa 2 November 2022 Besok