KTT G20 Rubah Konstelasi Dunia, Kapolri Sowan ke Ulama Banten Jawa Barat

photo author
Budi SK, View Jabar
- Kamis, 3 November 2022 | 10:05 WIB
Kapolri meminta para ulama Banten Jawa Barat ikut menyukseskan KTT G20 (Instagram @jagatsatrialanange)
Kapolri meminta para ulama Banten Jawa Barat ikut menyukseskan KTT G20 (Instagram @jagatsatrialanange)

VIEWJABAR - Untuk mensukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Kapolri Jenderal Listoyo Sigit Prabowo sowan ke para ulama.

Sejumlah ulama di Kota Serang Banten yang dikunjungi Kapolri guna meminta doa demi suksesnya KTT G20.

Ulama yang didatangi Kapolri adalah di Ponpes Al-Fathaniyah yaitu Abuya Muhtadi dan Matin Syarqowi.

Baca Juga: Turnamen Badminton Hylo Open 2022 Jerman, 8 Wakil Indonesia ke Babak 2 Hari Ini, Ada Jojo dan Ginting

Kapolri mengatakan kedatangannya adalah meminta dukungan dan peran ulama agar penyelenggaraan KTT G20 berjalan aman dan lancar.

Disebutkan, jika KTT G20 ini berjalan baik akan menghasilkan keputusan besar yang akan mengubah konstelasi dunia, seperti perang Rusia dan Ukraina.

"Atau paling tidak ada kebijakan baru untuk menghadapi situasi krisis yang ada. Kalau ini bisa kita laksanakan maka Indonesia menjadi negara yang bisa mengubah situasi dan atmosfer dunia dari yang tadinya krisis jadi lebih baik," katanya.

Baca Juga: Kapolri Terbitkan Aturan Biaya Pembuatan SIM, Ini Rinciannya, Sangat Murah

Pernyataan itu seperti dikutip dari PMJNews dengan judul tulisan Kapolri Minta Dukungan Ulama Banten Agar KTT G20 Berjalan Lancar, dipublish Kamis 3 Oktober 2022.

Kpolri menandaskan, kita doakan bapak presiden kita, itu adalah PR kita bersama, tantangan kita, jika ini berhasil keberhasilan kita bersama.

Kapolri pun kenangan tentang tahun politik 2024. mengingatkan hoax yang bisa memecah belah harus dihindari.

Baca Juga: Tanggal 3 November Hari Ubur-ubur Sedunia dan Hari Kerohanian, Ini Penjelasannya

Menurutnya persataun dan kesatuan bangsa harus dijaga.

"Siapa pun orang yang kita pilih, yang namanya persatuan dan kesatuan harus kita jaga. Tidak usah berantem karena setelah calon pimpinan nasional tersebut harus bekerja dengan baik, itu terjadi jika rakyat menjaga persatuan dan kesatuan," lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi SK

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X