VIEWJABAR - Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam ‘Ganjarist’ Bandung Raya, Sabtu malam (5/11/22) menggelar diskusi di salah satu cafe Jalan Lengkong Besar Kota Bandung.
Diskusi bertajuk ‘Kenapa Harus Ganjar?’ tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Pengembangan Ganjarist Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwan Ade Irawan berlangsung dialogis atau terbuka dan komunikatif.
“Alhamdulilah diskusi bertajuk ‘Kenapa Harus Ganjar?’ berjalan lancar, tentunya berjalan terbuka dan komunikatif,” kata Koordinator Ganjarist Bandung Raya, Ira Mambo.
Baca Juga: Sekekolah MI Alam Gaharu Bandung Digembok, Begini Kronologis Yang Sebenarnya ?
Ira Mambo yang juga merupakan seorang Lawyer tersebut menjelaskan, kegiatan diskusi terbuka dan komikatif tersebut merupakan kegiatan rutinitas Ganjarist Bandung Raya, hal ini dilakukan agar lebih memotivasi para relawan Gubernur Jawa Tengah (Jateng).
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas yah, kami sering berdiskusi dan berdialog kaitan dengan Mas Ganjar maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024,” jelasnya.
Terpisah, Direktur Pengembangan Ganjarist Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwan Ade Irawan mengungkapkan, Ganjarist memandang bahwa sosok kader PDI Perjuangan tersebut memiliki ciri-ciri kepemimpinan yang diharapkan rakyat.
“Mas Ganjar selama menjadi Gubernur Jateng selalu membela kepentingan rakyat, setidaknya figur Mas ganjar ini dinilai banyak disukai masyarakat dan itu berbanding lurus dengan hasil survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei di Indonesia,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Iwan, setidaknya terdapat lima alasan ‘Kenapa Harus Ganjar?’ pertama, bahwa kepemimpinan nasional wajib menjunjung tinggi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah-mufakat dan keadilan sosial.
“Dimana semua ini termanifestasi dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan semangat kegotong royongan,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Garut Rudy Gunawan Ternyata 14 Tahun Mengidap Penyakit Ini, Mengapa Tetap Bugar? Ini Tipsnya
Kedua, kepemimpinan nasional haruslah termanifestasi ke dalam kepemimpinan yang memiliki kinerja yang berakar kuat dan berorientasi pada nilai-nilai kerakyatan, loyalitas, transparansi, komitmen pada penegakan hukum, anti korupsi humanisme, toleransi.
“Tidak hanya itu, kedewasaan politik, anti radikalisme, semangat gotong royong, persatuan dan komitmen pada penguatan nilai-nilai kebangsaan (Selanjutnya disebut ciri kepemimpinan nasional),” sambungnya.
Artikel Terkait
INFO GEMPA HARI INI, BMKG Sebut Gempa Melongaune-Sulut 21 Menit Lalu
Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Ruang Tengah Rumah, Kapolsek Surade : Diduga Musikah Tewas Dibunuh Perampok
BLT BBM untuk Nelayan Jawa Barat Mulai Dicairkan, Ini Persyaratan Pencairannya
2 Jenazah Kakak Adik Korban Kanjuruhan Selesai Diautopsi, Pemeriksan Lab Ungkap Ganas Tidaknya Gas Air Mata
Lantik Pengurus Wilayah MDI Jabar, Airlangga Hartarto Didoakan Jadi Presiden 2024
Bupati Garut Rudy Gunawan Ternyata 14 Tahun Mengidap Penyakit Ini, Mengapa Tetap Bugar? Ini Tipsnya
Digembok LSM dan Viral di Medsos, Kapolresta Bandung : Pintu Depan Sekolah Alam Gaharu Sudah Dibuka Normal
Sekekolah MI Alam Gaharu Bandung Digembok, Begini Kronologis Yang Sebenarnya ?