Maka, Gibran masuk 3 kriteria Anies Baswedan. Gibran dari partai PDIP yang notabene bukan partai kecil seperti partai AHY atau partai Aher.
"Mas Gibran ini saya lihat punya drive, punya posisi dan sikap yang otentik. Bayangkan saja setiap hari dia lihat bapaknya, tiba tiba ingin ketemu saya," kata Rocky Gerung.
Dijelaskan Rocky Gerung, Mas Gibran ini punya satu sikap di dalam berpolitik dan tidak mau dikait kaitkan dengan ayahnya.
Terlihat juga ada persiapan dari Mas Gibran ini untuk masuk dalam politik tanpa melalui fasilitas PDIP dan fasilitas Pak Jokowi.
Jelas Rocky Gerung, Mas Gibran ini punya pemikiran millenial yang lain dan tidak ingin tunduk pada partai yang aspirasinya tidak kompatibel dengannya.
Kemudian mas Gibran ini melihat yang paralel dengan watak berpolitiknya dia. Dan Anies Baswedan memiliki satu gaya kepemimpinan modern, mampu bercakap cakap di forum Internasional.
"Tentu itu menjadi satu daya tarik bagi Mas Gibran seorang politisi milenial yang tidak mendapati PDIP adalah sebuah partai yang bisa paham tentang arah milenial," kata Rocky Gerung.
Mas Gibran tidak ingin dikaitkan dengan PDIP yang dikalangan milenial telah dianggap partai yang sudah tua. Sehingga Mas Gibran mencari jalan sendiri.
Jadi sarapan bareng dengan Anies Baswedan kemarin yang diuntungkan sebenarnya Gibran, karena Mas Gibran ini memberikan semacam interupsi terhadap politik.
Jadi ini yang bikin para relawan relawan Jokowi panas dingin, karena seseorang yang ingin mereka asuh ternyata keluar dari lingkungan itu.***
Artikel Terkait
INFO GEMPA HARI INI, BMKG Sebut Gempa di Kepulauan Aru Maluku 5 Menit Lalu, Kamis 17 November 2022
Ciamis dan Kota Bogor Naik, Berikut Klasemen Sementara Porprov Jabar 2022 Jumat 18 November Pukul 06.30 W WIB
Heboh Perhatian Publik Beralih ke Solo, KTT G20 Kalah, Rocky Gerung, karena Mas Gibran Bertemu Anies Baswedan
Rebbana Lakukan Kolaborasi Satgas Citarum Harum, Ciptakan Edukasi Kebermanfaatan DAS
Kasus Mayat Hidup Lagi, Terungkap Kronologi Urip Saputra Masuk ke Peti dan Berpura-pura Mati