Tanah Wakaf Pangeran Sugih Disulap Jadi Pusat Peradaban Islam Tanmiyah Sumedang

photo author
Iwan Setiawan, View Jabar
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 21:00 WIB
Depan pakar ICMI, tokoh masyarakat, tokoh akademisi, dan juga pengurus Yayasan Bina Andi Mulia Kusumah menekan tombol tanda pembukaan Pusat Peradaban Islam Tanmiyah di Sumedang pada Sabtu 20 Juli 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.con)
Depan pakar ICMI, tokoh masyarakat, tokoh akademisi, dan juga pengurus Yayasan Bina Andi Mulia Kusumah menekan tombol tanda pembukaan Pusat Peradaban Islam Tanmiyah di Sumedang pada Sabtu 20 Juli 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.con)

VIEWJABAR.COM-- Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Sumedang menggelar soft launching Pusat Peradaban Islam Tanmiyah di atas tanah seluas 2 hektare dari wakaf Pangeran Sugih pada Sabtu 20 Juli 2024.

Dalam kegiatan itu, dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan, akademisi, tokoh budaya, tang juga dewan pakar di ICMI Jawa Barat dan Sumedang, anggota DPD RI, Enny Sumarni serta Anggota DPRD Jawa Barat, Ridwan Solichin.

Ketua Pusat Peradaban Islam Tanmiyah, Muslim Iskandar Muhammad memaparkan, acara soft launching ini bagian dari merayakan Muharram dengan kegiatan yang spektakuler di lingkungan Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Sumedang.

"Dulu ini hanya sekolah pendidikan, tapi ternyata umat ini tidak cukup hanya dengan pendidikan. Harus dengan yang lainnya seperti budayanya, sosial, olahraga, politik, dan ekonomi," tuturnya.

Baca Juga: Dari SMPN 6 Garut untuk Peradaban Bangsa.

Muslim menambahkan, oleh karenanya tempat ini, sekitar dua hektare disulap menjadi pusat peradaban tanmiyah.

"Kami sudah mulai dengan membangun masjid, karena peradaban Islam itu dimulainya dari masjid," ungkapnya.

Ketua Pusat Peradaban Islam Tanmiyah, Muslim Iskandar Muhammad (kiri) Ketua Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Sumedang, Kamas Komara (kanan)
Ketua Pusat Peradaban Islam Tanmiyah, Muslim Iskandar Muhammad (kiri) Ketua Yayasan Bina Andi Mulya Kusumah Sumedang, Kamas Komara (kanan) (Iwan Setiawan )

Dijelaskan Muslim, masjid ini diprioritaskan pembangunannya yang dalam konsepnya, merupakan masjid yang produktif bukan masjid yang minta-minta. Tetapi akan berbagi dengan para pengunjung, dengan para dhuafa, masyarakat di lingkungan dan dengan siapapun.

"Itulah cita-cita Pusat Peradaban Islam Tanmiyah," ujarnya.

Baca Juga: Yayasan Citra Anak Bangsa (YCAB) Melatih Pemuda Disabilitas Tunanetra Cara Membatik di Rumah Batik Bojong Bata

Muslim juga menuturkan lebih detail rencana Pusat Peradaban Islam Tanmiyah itu, terkait fasilitas dan juga rencana biaya pembangunan masjid.

"Adapun anggaran untuk pembangunan masjid itu sebesar Rp 10 miliar, dan sudah terealisasi sebanyak Rp 1 miliar," katanya.

Disampaikan Muslim, mesjid yang dibangun itu dengan luas bangunan mencapai 3000 meter persegi, dengan berbagai fasilitas yang lengkap, seperti Ballroom, penginapan, kantor ormas Islam, kantor bisnis dan lainnya serta mesjid di lantai tiga dengan kapasitas 1300 jamaah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AR Rachmawati

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X