Baca Juga: Bandung Great Sale 2024 Jadi Magnet Baru Wisata Belanja di Kota Bandung, Catat Promo dan Tanggalnya
"Dandan- Arief 23 persen, Haru-Dhani 22 persen. Sedangkan pasangan Arfi-Yena 17 persen, dan paling bontot Farhan-Erwin 11 persen. Dari hasil survei popularitas Farhan tidak berbanding lurus dengan tingkat keterpilihannya di kalangan milenial. Bahkan kalangan milenial banyak yang apatis terhadap pesta demokrasi Kota Bandung," tuturnya.
Hal ini terlihat, lanjut Pujo, dari masih tingginya angka Golput atau tidak memilih, sebanyak 58 persen dibandingkan yang sudah menentukan pilihan.
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Swadaya Gunung Djati, Rahmayanti mengatakan, meski masih banyak yang apolitis, suara kalangan milenial menjadi kunci pemenangan calon dalam pilkada serentak November 2024 nanti.
Menurutnya, karena selain menjadi mayoritas pemilih, pendidikan politik generasi milenial jauh lebih baik ketimbang masa lalu.
Baca Juga: Wartawan Senior Taufik Abriansyah Solo Touring dari Bandung Barat ke KM 0 Indonesia di Sabang NAD
Rahma menjelaskan, dalam pemilu ada sejumlah strategi yang bisa digunakan demi menggaet suara milenial, yakni calon harus membuat rencana program kerja yang lebih realistis.
"Selain itu, untuk meraup suara kalangan milenial bisa saja dengan menggandeng kaum milenial untuk tim sukses, dan cara lainnya, " kata Rahmayanti.***
Artikel Terkait
Sah Melaju di Pilwalkot Cimahi, Dikdik dan Bagja Peroleh B1 KWK dari DPP PKS
Kota Bandung Gelar Deklarasi Damai Pilkada Serentak 2024, Targetkan Angka Partisipasi Lebih Dari 90 Persen