VIEWJABAR.COM - Menanggapi debat publik perdana calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, di Sudirman Grand Ballroom Kota Bandung, Rabu malam 30 Oktober 2024, anggota DPRD Kota Bandung Christian Julianto Budiman memberikan sambutan hangat.
"Dari keempat pasangan calon yakni pasangan Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, pasangan Haru Suandharu dan Dani Wiranata, pasangan Muhammad Farhan dan Haji Erwin dan pasangan Arfi Rafnialdi dan Yena Masoem, saya menangkap pesan semangat, bahwa jika terpilih menjadi kepala daerah mereka akan memperhatikan pelayanan publik dan pembangunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan warganya," ujar Christian di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis 31 Oktober 2024.
Terlepas dari tema yang dipilih penyelenggara debat publik, Christian menyebutkan, poin pentingnya para pasangan calon tampil dalam upaya memengaruhi pemilih. Dan jika terpilih pada hakikatnya mereka akan berupaya mewujudkan apa yang dilemparkannya sebagai janji janji politik untuk menyelenggarakan pemerintahan.
"Merealisasikan pelayanan publik dan pembangunan yang berkelanjutan menjadi alasan yang mendasar mengapa harus merengkuh jabatan kepala daerah. Langkah selanjutnya memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat sehingga dapat menjamin bahwa masyarakat mendapat apa yang harus diperolehnya baik itu pelayanan maupun pembangunan," kata Christian.
Baca Juga: KPU Sumedang Gelar Apel Kesiapan Penyelenggaraan Terakhir, Diikuti PPK dan PPS Se-kabupaten Sumedang
Menurut Christian yang juga anggota DPRD Kota Bandung ini, bukan pekerjaan mudah dalam mengelola pelayanan publik. Sebagai orang yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah seperti Kota Bandung akunya, dirinya telah banyak menerima aspirasi berbagai permasalahan.
"Belum lagi dengan komplain yang disampaikan langsung masyarakat. Banyaknya laporan yang disampaikan sebagai dampak dari buruknya pelayanan yang mereka terima ketika berurusan dengan instansi pemerintah," ujar anggota Komisi D DPRD Kota Bandung.
Buruknya pelayanan publik kata Christian dapat kita rasakan saat berurusan dengan organisasi perangkat daerah yang membawahi bidang tugas pelayanan langsung kepada masyarakat. Seringkali pelayanan membutuhkan waktu lama, syarat-syarat dan prosedur yang tidak jelas, biaya tambahan yang tidak dapat ditunjukan rujukan aturan pembayarannya, dan berbagai persoalan lain yang membuat pusing para penerima layanan publik.
Baca Juga: Mengapa Kita Perlu Berperilaku Toleransi? Ini Alasannya
Atas persoalan itu Christian menyarankan kelak para pemimpin terpilih harus mampu menjaga kredibilitas pemerintah daerah terutama saat roda pemerintahan berjalan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengatasi berbagai permasalahan pelayanan publik di daerahnya.
"Pemerintahan yang mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat akan terus mendapat dukungan dari masyarakat," pungkasnya.*