Dinkes Garut Adakan Pertemuan untuk Bahas Kesehatan Reproduksi dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

photo author
Aam Permana S, View Jabar
- Kamis, 14 November 2024 | 19:48 WIB
Pertemuan Kesehatan Reproduksi untuk Calon Pengantin (Catin) dan Keluarga Berencana (KB), melibatkan lintas sektor, organisasi profesi, dan LSM, yang berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (14/11/2024). (Diskominfo Garut)
Pertemuan Kesehatan Reproduksi untuk Calon Pengantin (Catin) dan Keluarga Berencana (KB), melibatkan lintas sektor, organisasi profesi, dan LSM, yang berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (14/11/2024). (Diskominfo Garut)

VIEWJABAR.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menggelar pertemuan mengenai kesehatan reproduksi untuk calon pengantin (Catin) dan keluarga berencana (KB) di Ballroom Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis 14 November 2024.

Acara penting tersebut melibatkan berbagai sektor, organisasi profesi, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Satgas Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, menekankan pentingnya perencanaan kehamilan untuk mencegah risiko kematian ibu, bayi, dan stunting.

Baca Juga: Jadi Pembicaraan, Dugaan Pejabat BUMD Kabupaten Bandung Terlibat Politik Praktis Dukung Satu Paslon di Pilkada

Ia berharap calon pengantin dapat merencanakan pernikahan dan kehamilannya dengan baik agar proses kehamilan dan persalinan berjalan sehat dan aman.

Dr. Tri juga menyoroti pentingnya peran remaja, seperti kelompok Kirana, dalam mengedukasi sesama remaja mengenai kesehatan reproduksi yang baik.

Di tempat sama, Sri Prihatin, Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Garut, menjelaskan upaya menurunkan AKI, AKB, dan stunting melalui pendidikan kesehatan untuk remaja putri dan calon pengantin.

Baca Juga: Gawat, Debu Vulkanik Letusan Gunung Lewotobi Menyebar Luas, Kini Sudah sampai di Pulau Lombok

Ia menambahkan bahwa meskipun pemerintah telah memiliki program baik, pelaksanaan di lapangan masih memerlukan peran aktif dari semua pihak.

Di sisi lain, dr. K.M. Aditya Fitrandi, Sp.OG, dari RSUD dr. Slamet Garut, menekankan pentingnya edukasi bagi ibu hamil mengenai tanda bahaya selama kehamilan untuk mengurangi risiko keterlambatan diagnosis.

Ia juga mengungkapkan bahwa hipertensi dan usia muda merupakan faktor utama penyebab AKI/AKB di Garut.

Baca Juga: Gawat, Debu Vulkanik Letusan Gunung Lewotobi Menyebar Luas, Kini Sudah sampai di Pulau Lombok

Harapannya, angka kematian ibu dan bayi di Garut dapat terus menurun, dengan dukungan dari semua pihak dalam menjaga kesehatan ibu hamil. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aam Permana S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X