Ini 5 Kantor Wilayah sebagai Pusat Komando Penanganan Bencana, KDM: Budaya Siaga Harus Dibangun

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Kamis, 6 November 2025 | 17:57 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (Diskominfo Jabar)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (Diskominfo Jabar)

VIEWJABAR.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan 5 Kantor Wilayah Gubernur yang difungsikan sebagai pusat komando penanganan kebencanaan di daerah.

Kelima kantor wilayah tersebut berlokasi di Kota Bogor, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kota Cirebon, dan Kota Bandung.

Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemprov Jabar dalam menghadapi potensi bencana alam yang meningkat seiring datangnya musim hujan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pembentukan Kantor Wilayah Gubernur merupakan bagian dari strategi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana di wilayah Jabar.

Baca Juga: Kota Bandung Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Waspada Angin Kencang dan Petir, Ini Penjelasan BMKG

"Kantor gubernur wilayah ini disiapkan sebagai antisipasi komando saat terjadi bencana besar. Berdasarkan analisis, wilayah Cirebon menjadi lokasi paling aman sebagai pusat komando, sementara wilayah Purwakarta relatif lebih stabil," ujar KDM- sapaan akrab Dedi Mulyadi- dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (5/11/2025).

Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemdaprov Jabar menegaskan komitmennya membangun sistem tanggap darurat yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

"Yang paling penting bukan hanya tanggap setelah bencana, tetapi siaga sebelum bencana," tegas KDM.

Menurut KDM, penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Seluruh unsur pemerintah dan masyarakat harus bersinergi di bawah koordinasi Pemprov Jabar.

Baca Juga: Pemkab Garut dan Telkom University Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kembangkan Potensi Unggulan Daerah

"Jawa Barat tidak bisa diselesaikan oleh satu lembaga. Semua unsur, dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan harus bergerak bersama melindungi masyarakat,"ujarnya.

Dalam arahannya, KDM juga menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap peringatan dini bencana.

Ia menyoroti masih rendahnya kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan BMKG dan lembaga kebencanaan lainnya.

"Budaya siaga harus dibangun. Jangan menunggu bencana datang baru percaya pada peringatan dini. Percaya pada ilmu dan data itu bagian dari iman dan ikhtiar," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kabar Duka, Dirut bjb Yusuf Saadudin Meninggal Dunia

Jumat, 14 November 2025 | 08:57 WIB

Pemprov Jabar Gaungkan Kampanye TOSS TBC, Ini Tujuannya

Selasa, 11 November 2025 | 20:32 WIB
X