Ia mengaku ingin memukul pelanggan menggunakan tongkat.
"Saya gerakkan orang Bali biar kamu mati, biar saya suruh tukang pukul saya bunuh kamu," ucapnya.
Ia juga mengancam akan melaporkan pelanggan ke tempat kerjanya agar dipecat.
Klarifikasi Penjahit: Merasa Terganggu saat Makan
Menanggapi kehebohan ini, melalui video yang diunggah anggota DPD RI, Arya Wedakarna, Sintya memberikan klarifikasinya.
Ia berdalih bahwa kemarahannya dipicu oleh sikap pelanggan yang tidak sabar.
"Dia yang salah, bukan saya yang salah. Orang minta disuruh nunggu 15 menit saja nggak mau, masa kita harus naruh makan pas enak-enaknya makan?" ujar Sintya.
Desakan Tokoh Publik
Pernyataan rasis dan ancaman tersebut memancing reaksi keras dari berbagai pihak. Ni Luh Djelantik, anggota DPD RI dari Bali, secara tegas mengecam tindakan tersebut melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya.
"Saya menyampaikan kecaman dan teguran yang sangat keras kepada pelaku yang memaki, mencaci maki, dan menyampaikan kata-kata kasar terhadap pelanggannya," tegasnya.
Ni Luh Djelantik menambahkan bahwa apa pun alasan atau permasalahan yang terjadi, tidak ada pembenaran bagi siapa pun untuk melontarkan ujaran rasis atau ancaman nyawa.
Ia mendesak agar persoalan ini segera diselesaikan secara kekeluargaan atau melalui jalur yang adil agar tidak mencederai citra keramahan masyarakat Bali.
Hingga saat ini, kasus ini masih menjadi sorotan publik dan diharapkan segera mendapatkan titik terang penyelesaian secara hukum maupun sosial.(*)