VIEWJABAR- Ada fakta menarik tentang Irian Barat atau Papua yang belum banyak diketahui Belanda masih tidak rela Papua jadi Bagian Indonesia.
Ternya ada sejarah tentang Irian Barat atau Papua yang menarik ketika bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejarah di masa lalu mengenai Papua atau Irian Barat menjadi sangat penting untuk diketahui. Dan fakta ini belum banyak diketahui.
Sampai saat ini Papua atau Irian Barat masih terus bergejolak, banyak peristiwa yang membuat heboh masyarakat Indonesia.
Terlepas dari itu semua Irian Barat atau Papua bagian tak terpisahkan dari Indonesia. Ada fakta menarik tentang pembebasan Papua di masa lalu.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memang telah merdeka termasuk di dalamnya Irian Barat.
Namun ternyata Belanda masih belum rela melepaskan Irian Barat atau Papua dan tidak mengakui wilayah Papua sebagai bagian Indonesia.
Makanya Belanda tetap ingin menjajah Papua atau Irian Barat. Belanda pun melancarkan Agresi Militer 1 pada Juli 1947.
Baca Juga: Sekdes dan Bendahara Tidak Tahu Kades Waluya Pakai Uang Rp 720 Juta Untuk Apa..
Kemudian Belanda juga melakukan agresi militer 2 pada Desember 1948. Agustus sampai November 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar.
Komferensi Meja Bundar berisi serah terima kedaulatan pemerintahan kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat kecuali Irian Barat.
Indonesia terus berjuang hingga akhirnya pada 19 Desember 1961 Presiden Soekarno mengumumkan Trikora atau tigai Komando rakyat.
Pada tanggal 15 Agustus 1962 Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia, hingga munculnya perjanjian New York.
Artikel Terkait
Wajah Asli Si Kebaya Merah Bertebaran di Media Sosial
Klasemen Sementara Porprov Jabar 2022 Senin 7 November Hingga Pukul 20.00 WIB, Kabupaten Bekasi ke Puncak
Buntut Kebakaran Balaikota Bandung, Staf di Pemkot dan 2 Pekerja Diamankan
Sekdes dan Bendahara Tidak Tahu Kades Waluya Pakai Uang Rp 720 Juta Untuk Apa..
Mengenang Hari Pahlawan, Ulama Garut Jawa Barat Ini Datang ke Surabaya untuk Bertempur Menyertai Bung Tomo