VIEWJABAR - Semburan gas bercampur air yang terjadi sejak Rabu sore kemarin di Kampung Leuwikotok, desa Pasirlaja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sudah berhenti.
Warga kampung Leuwikotok desa Pasirlaja dibuat kaget dengan peristiwa semburan gas bercampur air disalah satu sumur bor yang baru digali dalam sebulan terakhir.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya puluhan warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi semburan gas bercampur air, dievakuasi petugas ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Semburan Gas Bercampur Air Keluar dari Lubang Sumur Bogor Milik Warga, Penghuni Kosan Dievakuasi !
Dan saat ini semburan gas bercampur air sudah berhenti, sejak Kamis, 11 Oktober 2023 siang tadi, namun dari lubang sumur bor tersebut masih mengeluarkan uap.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan, pada Kamis ini semburan gas bercampur air itu berangsur surut dan berhenti.
Saat berhenti tutur Adam, masih sempat terdengar suara gemuruh seperti angin dari dalam sumur bor tersebut.
Baca Juga: Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (JPSL) IPB University, Terindeks Scopus !
"Semburan itu keluar karena ada tekanan dari dalam, berupa gas dan airnya ikut keluar. Sampai saat ini gasnya berkurang dan hilang. Semoga ke depan tidak ada lagi gas dan air yang muncul dari dalam sumur tersebut," kata Adam kepada wartawan di lokasi Kamis siang.
Meskipun semburan sudah berhenti, namun pihaknya masih terus berjaga di lokasi. Petugas dari BPBD Kabupaten Bogor, direncanakan akan terus berjaga selama tujuh hari kedepan, sampai kondisi benar - benar aman.
"Cairan gas bercampur air akan segera diuji di laboratorium, kita tunggu hasilnya," katanya.
Sambil menunggu hasil uji laboratorium, warga yang tinggalnya berdekatan dengan lokasi semburan gas tersebut, untuk sementara waktu dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Sementara Kepala Seksi Energi dan Ketenagalistrikan KCD ESDM Provinsi Jawa Barat Wilayah II Bogor, Hariman Sutisna mengatakan, pihaknya saat ini baru mengumpulkan data - data dan akan melakukan pemeriksaan sampel.
Artikel Terkait
Kronologi Pasutri Hadang Truk DLH, Buntut dari Kekecewaannya Kalah dalam Pemilihan RT , Lalu Buat RT Tandingan
Pasutri Kalah Dalam Pemilihan RT, Ditolak Warga Nekat Membuat Batas Wilayah RT di Perumahan River Valley Bogor
Masa Berlibur Habis, Skuad Persib Bandung Kembali Mulai Berlatih
Kasus Korupsi Kementerian Pertanian, KPK Resmi Tetapkan Syahrul Yasin Limpo Sebagai Tersangka
Pantai Cubutun Disebut Pantai Terkotor, Marwan Hamami Keluarkan Edaran Pengelolaan Sampah di Kab. Sukabumi !
UPDATE ! Inilah Penampakan Pantai Cibutun, Sudah Bebas dari Tumpukan Sampah Setelah Dibersihkan Tim Gabungan