Pemkab Garut Siapkan Anggaran Untuk Subsidi Kacang Kedelai, Helmi Budiman Jelaskan Besarannya

photo author
Lina Herlina, View Jabar
- Minggu, 13 November 2022 | 17:42 WIB
Wakil Bupati Garut  Helmi Budiman bersama berbicara di hadapan petani, perajin tahu tempe dan kader PKS di Desa Karamat Wangi, Cisurupan, Garut. (Viewjabar/ Ale M Rizky)
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bersama berbicara di hadapan petani, perajin tahu tempe dan kader PKS di Desa Karamat Wangi, Cisurupan, Garut. (Viewjabar/ Ale M Rizky)

VIEWJABAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat telah menyiapkan anggaran untuk subsidi kacang kedelai. Dengan adanya subsidi, diharapkan harga kacang kedelai terjangkau oleh perajin tahu tempe.

Adanya subsidi untuk kacang kedelai tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati garut Helmi Budiman di sela-sela kegiatan Kenduri Pangan Lokal di Desa Keramat Wangi, Kec. Cisurupan, Kab. Garut, Minggu 13 November 2022.

Wabup Garut Helmi Budiman mengatakan, subsidi untuk kacang kedelai tersebut dialokasikan dari APBD tahun 2022 ini untuk direalisasikan pada bulan November dan Desember.

"Dan kita harapkan tahun depan harga kedelai kembali normal. Di pasaran tahu tempe sudah mulai ada tapi harga masih tetap tinggi. Makanya kita harapkan dengan adanya subsidi tersebut harga kembali stabil," ucap Helmi Budiman yang juga Ketua DPD PKS Garut tersebut.

Baca Juga: Lucu, Perbincangan Dedi Mulyadi dengan Seorang PSK yang Pasang Tarif Rp500 Ribu Sekali Kencan

Berapa nilai subsidi kedelai yang dianggarkan Pemkab Garut tersebut?

Menurut Helmi besarannya Rp750 Juta. Subdisi ditujukan untuk membantu para perajin tahu tempe agar bisa membeli kedelai dengan harga tidak terlalu mahal.

Ia menuturkan, subsidi Rp 750 juta tersebut untuk bulan November- Desember tahun ini saja. Sedangkan untuk tahun 2023 belum dianggarkan.

Ia menyebutkan, petani di Garut juga banyak yang menanam kedelai, namun karena harganya murah jadi banyak yang tidak tertarik.

"Dengan momentun acara kenduri pangan lokal ini, diharapkan petani Garut menjadi penggerak membangkitkan kalangan petani muda, petani milenial," ujar Helmi Budiman.

Baca Juga: Daftar Nama Wasit Piala Dunia 2022, Cek, Berapa Besar Honornya Per Pertandingan

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu mengatakan, pemerintah harus melakukan langkah konkrit dan berhenti bergimik dalam menyikapi krisis pangan di tahun 2023 mendatang.

Menurut Haru, saat ini yang dibutuhkan untuk menghadapi krisis pangan di 2023 yakni dengan melakukan kerjasama.

"Untuk menghadapi krisis ini kita harus kerjasama, diantaranya pemerintah, petani, masyarakat, dan pihak lainnya," kata Haru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lina Herlina

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X