Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Awal Pekan, Turut Dipengaruhi Isu Pemangkasan Suku Bunga The Fed

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Senin, 12 Agustus 2024 | 11:05 WIB
Ilustrasi uang rupiah. Kurs rupiah melemah terhadap dolar AS pada awal pekan ini. (Pixabay/EmAji)
Ilustrasi uang rupiah. Kurs rupiah melemah terhadap dolar AS pada awal pekan ini. (Pixabay/EmAji)

VIEWJABAR.COM - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar AS di awal pekan atau sesi perdagangan Senin 12 Agustus 2024 pagi.

Menurut kalangan praktisi, melemahnya rupiah itu turut dipengaruhi oleh sinyal kuat pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

Tercatat pada awal perdagangan Senin pagi, rupiah turun 25 poin atau 0,16 persen menjadi Rp15.950 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.925 per dolar AS.

Baca Juga: Jelang Peringatan HUT ke 79 RI, Lapangan Gasibu Kota Bandung Akan Ditutup Sementara Untuk Umum, Simak Tanggalnya

Menurut analis Finex, Brahmantya Himawan, reaksi pasar terhadap pernyataan Ketua The Fed Jerome Powel pekan lalu telah memberikan isyarat kuat pemangkasan suku bunga.

"Powell mengatakan jika inflasi bergerak turun, kurang lebih sesuai dengan ekspektasi," katanya di Jakarta, Senin 12 Agustus 2024 seperti dilansir Antara.

Akan tetapi, merosotnya kondisi pasar tenaga kerja yang dirilis pada Jumat pekan lalu yaitu angka NFP memberikan isyarat perlambatan ekonomi AS yang memberi kegundahan investor mengenai jalur resesi perekonomian AS.

Baca Juga: Bisa Buat Ide Jualan! Resep Takoyaki Garing di Luar Lembut dan Kenyal di Dalam, Autocuan!

Pasar telah sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga pada September 2024 selama beberapa waktu, dengan Ketus The Fed Jerome Powell menyatakan para pengambil kebijakan tidak mempertimbangkan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) saat ini.

Hal tersebut memberi kabar baik bagi rupiah untuk mendapatkan dorongan penguatan atas dominasi dolar AS.

Brahmantya menuturkan pemangkasan suku bunga AS pada pertemuan Fed September, akan memiliki dua dampak yakni soft landing maupun hard landing.

Baca Juga: Harlah PKB ke-26, Dadang Supriatna Resmi Perkenalkan Ali Syakieb Sebagai Pendampingnya di Pilbup Bandung, Emak-emak Heboh dan Histeris

Namun pemotongan suku bunga pada September akan memberi skenario jelas bahwa rupiah berada dalam jalur penguatan melawan dominasi dolar AS.

Oleh karena itu, ia memperkirakan pada perdagangan hari ini Senin 12 Agustus 2024 rupiah berpotensi menguat hingga Rp15.850 per dolar AS.

Sementara itu, rupiah berpotensi diperdagangkan pada kisaran harga Rp15.950 per dolar AS sampai dengan Rp 15.850 per dolar AS.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X