VIEWJABAR - Dalam sejumlah penelitian menyebutkan hubungan yang jelas antara cuaca panas dan tingkat emosional yang tinggi. Hal inipun terkadang bisa menimbulkan perilaku kurang baik.
Para ilmuan dalam penelitian cuaca atau suhu menyebutkan jenis kejahatan seperti pembunuhan, penyerangan berat, pemerkosaan, serangan teroris, dan penembakan massal kerap terjadi ketika temperatur naik.
Sekalipun dalam lingkungan yang diawasi seperti penjara, dalam sebuah penelitian tahun 2021 menemukan peningkatan 18% hal kekerasan antara narapidana saat suhu sedang panas-panasnya.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari ini Kota Bandung dan Sekitarnya, Minggu 8 Oktober 2023
Orang-orang pun bahkan menyalurkan kemarahannya pada diri mereka sendiri, risiko bunuh diri juga disebut lebih tinggi pada hari-hari yang lebih panas.
Dilansir dari laman CNN serta PMJNews menuliskan, mungkin ada banyak alasan untuk keterkaitan ini. Namun penelitian terbaru telah mengonfirmasi bahwa beberapa orang lebih marah dan melampiaskan kemarahannya pada banyak hal ketika mereka merasakan panas.
Dalam eksperimen melibatkan 2.000 mahasiswa dari California dan Kenya yang dipilih secara acak untuk bermain di ruangan panas atau yang lebih sejuk.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari ini Kota Bogor dan Sekitarnya, 8 Oktober 2023
Hasil menunjukkan suhu tidak memengaruhi hasil bagi mereka yang bermain permainan yang melibatkan keputusan ekonomi umum. Namun, ketika bermain "The Joy of Destruction," sebagian mahasiswa di Kenya di ruangan panas menunjukkan perilaku lebih agresif.
Dalam permainan tersebut, pemain bisa mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan kartu hadiah sungguhan. Namun, poin juga bisa diambil secara acak oleh komputer atau oleh rekan bermain yang tidak dikenali.
Penelitian ini menunjukkan bahwa para pemain dari Kenya yang bermain di ruangan panas cenderung merugikan pemain lain dengan mengurangi poin mereka.
"Tidak ada keuntungan pribadi dalam tindakan ini. Ini hanyalah game The Joy of Destruction sesuai dengan namanya. Hal ini sungguh mengejutkan kami," ungkap Dr. Ian Bolliger, salah satu penulis dalam penelitian.
Bolliger mencatat bahwa panas sepertinya tidak memengaruhi perilaku, sehingga dia berpendapat suhu tidak menjadi penyebab orang menjadi agresif. Sebaliknya, perbedaan tersebut mungkin disebabkan oleh hal-hal yang terjadi di luar ruangan yang panas di Kenya.
Artikel Terkait
PersibDay! Bojan Harap David da Silva kembali “On Fire“
Cara Menjaga Kesehatan Saat Kondisi Panas Extreme, Simak Ulasan Selengkapnya Berikut Ini !
Isak Tangis Warnai Penyematan Tanda Anggota Pramuka SMAN 1 Majalaya Kabupaten Bandung, Ini Faktanya
Relawan IPB University dan Damkar Cibinong Latih Siswa SMKN 1 Cibinong Bogor, Menghadapi Darurat Bencana !
Pantai Cibutun Loji Kembali Bersih Setelah Dilakukan Beach Clean Up, Polisi Kejar Pelaku Pembuang Sampah !
Jadwal Sholat Hari ini Kota Bandung dan Sekitarnya, Minggu 8 Oktober 2023
Jadwal Sholat Hari ini Kota Bogor dan Sekitarnya, 8 Oktober 2023