Ketahuilah Jenis makanan Ini Ancam Jaringan Otak, Anda Pasti Tak Menyadarinya, Ini Fakta

photo author
Tunggal Pratama, View Jabar
- Kamis, 15 Februari 2024 | 08:16 WIB
Ilustrasi, jaringan otak akan rusak selain perubahan juga faktor usia dan mengonsumsi makanan (Pixabay)
Ilustrasi, jaringan otak akan rusak selain perubahan juga faktor usia dan mengonsumsi makanan (Pixabay)

Anjuran untuk menghindari mengonsumsi jenis ikan ini disebabkan karena kadar merkuri pada jenis ikan bisa mempengaruhi kerusakan jaringan otak.

Baca Juga: Sinopsis Noktah Merah Perkawinan Gambaran Campur Tangan Orang Luar, Berujung Tragis

Disebutkannya ikan todak cenderung mengandung merkuri sangat tinggi, logam berat yang akan menghancurkan sel-sel otak.

Dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Complementary Therapies in Medicine pada 2020 mengungkap kasus seorang pria lanjut usia didiagnosis menderita penyakit Alzheimer setelah mengonsumsi ikan todak.

"Merkuri juga dikenal sebagai salah satu neurotoksin yang paling ampuh," kata dr Bowring, seperti dilansir laman Express dan dikutip dari PMJNews.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Rempah rempah Kunyit Bagi Kesehatan Kulit dan Wajah, Ini Fakta

Penelitian itu menyimpulkan bahwa sangat penting untuk mengatasi etiologi biologis seperti toksisitas merkuri pada populasi lansia yang didiagnosis menderita Alzheimer, meski kerusakan organ mungkin tidak dapat diperbaiki.

Hal lain yang dapat merusak jaringan otak adalah mengonsumsi margarin. Lemak yang ditemukan dalam margarin ternyata dapat merusak otak.

Menurut dr Bowring, margarin biasanya terbuat dari lemak trans, yang bisa menimbulkan peradangan pada seluruh tubuh, terutama pada otak dan sistem saraf.

Baca Juga: INILAH Cara Cek Umur Kartu Indosat, Ada Diskon dan Promo, Simak di Sini

Berbagai penelitian telah menemukan hubungan antara lemak trans dan kerusakan otak, seperti yang dipublish Bratislava Medical Journal pada 2016.

"Lemak trans memiliki efek buruk pada otak dan sistem saraf. Lemak trans dari makanan dimasukkan ke dalam membran sel otak dan mengubah kemampuan neuron untuk berkomunikasi,"tulis Bratislava Medical Journal yang dikutip dari PMJNews.

Kandungan lemak trans juga berpotensi dapat menurunkan kinerja mental. Sejauh ini, hubungan antara asupan lemak trans dan risiko depresi sudah diamati.

Baca Juga: Pacar Tamara Tyasmara Dicurigai Atas Kematian Putranya Berusia 6 Tahun, Ini Kronoginya

Bukti menyebutkan kemungkinan peran lemak trans dalam perkembangan penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tunggal Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X