VIEWJABAR - Menurut Dokter anak di Rumah Sakit Permata Depok, Agnes Tri Harjaningrum, mengatakan pemberian susu kental manis menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.
“Kalau kita berbicara mengenai stunting, itu dua tahun pertama sangat penting. Jadi di usia balita ini kita harus memberikan makanan yang benar agar anak tidak stunting,” kata Agnes.
Bahkan produk susu kental manis tidak dapat menggantikan asupan Air Susu Ibu atau ASI dan tidak cocok untuk diberikan pada bayi di bawah usia 12 bulan, kata seorang pejabat Kementerian Kesehatan RI.
Baca Juga: Ibu Harus Tau, Ini Cara Cegah Serta Ciri-Ciri Stunting Pada Anak
"Susu kental manis bukan suatu bentuk minuman, tetapi pelengkap sajian," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, pada Kamis 16 February 2023.
Kementerian Kesehatan juga merespons pernyataan dokter anak Rumah Sakit Permata Depok, Jawa Barat, bahwa susu kental manis atau SKM dapat memicu stunting pada anak Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, susu kental manis bukan satu-satunya pemicu stunting.
Baca Juga: Buku Membuka Catatan Cakrawala, Senarai Susastra Galunggung SMAN 1 Cisayong Goresan Hidup
Merujuk pada hasil studi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau FKUI, ada sejumlah hal yang menyebabkan stunting.
"Salah satu studi yang dilakukan oleh FKUI, anak balita diberi makan nasi dengan lauk kentang goreng, mie instan, kuah bakso, dan susunya kental manis," jelas Nadia, pada Kamis 16 February 2023.
"Kadar gula yang cukup tinggi pada susu kental manis juga harus menjadi perhatian masyarakat, khususnya orang tua. Karena sesuai aturan Kemenkes, maksimum 50 gram," katanya.
Baca Juga: Inilah 7 Buah yang Banyak Mengandung Vitamin E, Serta Baik dalam Menjaga Sistem Imun Tubuh
Nadia mengungkapkan, Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM sudah berkali-kali melakukan sosialisasi bahwa susu kental manis bukan minuman tetapi pelengkap sajian.
Hal lain yang dapat memicu kejadian stunting karena sang ibu tidak memiliki akses terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi, sehingga menyebabkan buah hatinya turut kekurangan nutrisi.***
Artikel Terkait
Makna Dibalik Isro Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Warga Ambarayah Tasikmalaya Kuatkan Rasa Sosial
Jen Tersangka Pemotong Alat Kelamin Anaknya Berulah di Sel, Rekan Sesama Tahanan Miris, Ini Faktanya
Pelaku Perampokan Mini Market Berhasil Diciduk, Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Gondol Duit Rp750 000 serta
BPBD Kabupaten Lebak Menghimbau Masyarakat Untuk Mewaspadai Tingginya Gelombang di Selatan Banten
Buku Membuka Catatan Cakrawala, Senarai Susastra Galunggung SMAN 1 Cisayong Goresan Hidup
BMKG: Hujan Diperkirakan Akan Mengguyur Sejumlah Kota Besar di Indonesia
Ibu Harus Tau, Ini Cara Cegah Serta Ciri-Ciri Stunting Pada Anak