Krisis Pasokan Listrik Akibat Blokade Israel, Keselamatan Bayi-Bayi di Inkubator Terancam

photo author
Miftah Hadi Sopyan, View Jabar
- Selasa, 24 Oktober 2023 | 08:20 WIB
Seorang Petugas Medis Rumah Sakit di Kota Gaza Merawat Bayi yang Ada di Inkubator (Antaranews.com)
Seorang Petugas Medis Rumah Sakit di Kota Gaza Merawat Bayi yang Ada di Inkubator (Antaranews.com)

VIEWJABAR - Buntut blokade secara total yang dilakukan pihak Israel di Jalur Gaza membuat para dokter di bangsal bersalin rumah sakit di Gaza harus berjuang ekstra menyelamatkan bayi-bayi yang baru lahir, utamanya dalam mendapatkan bahan bakar dan obat-obatan.

Pasalnya, bayi-bayi baru lahir tersebut bisa meninggal dalam hitungan menit apabila inkubator kehabisan daya.

"Kami minta pada siapa saja untuk mengirimkan pasokan obat yang dibutuhkan oleh unit yang penting ini atau kami akan menghadapi bencana besar," ucap dr Nasser Bulbul di Rumah Sakit Al-Shifa di wilayah Kota Gaza.

Baca Juga: Tersangka D Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, 3 Tersangka Dirahasiakan

Dirinya mengatakan, di bangsal ini ada 55 bayi dan jika listrik padam maka kami akan kehilangan mereka semua.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ahsraf al-Qidra menyebut ada 130 bayi baru lahir yang dirawat di inkubator di seluruh Jalur Gaza.

Generator listrik di rumah sakit, terutama di Rumah Sakit Shifa, kekurangan bahan bakar dan "hanya tinggal sedikit di dasar tangki".

Baca Juga: Pencanangan Titik Nol Kabupaten Cianjur Selatan, Herman Suherman: Siapkan Anggaran 225 miliar dari APBD & APBN

"Kami sudah mengalihkan bahan bakar ke unit perawatan paling penting, termasuk inkubator, tetapi kami tidak tahu berapa lama hal ini akan bertahan," ucapnya.

Buntut blokade secara total yang dilakukan Israel tersebut, Jalur Gaza--enklave kecil di Palestina dan salah satu tempat terpadat di dunia kekurangan air, makanan, obat-obatan dan bahan bakar bagi 2,3 juta penduduknya dan petugas medis disana berjuang keras agar rumah sakit yang ada tetap beroperasi.

Otoritas Gaza mengungkapkan sedikitnya ada 5.087 warga Palestina yang tewas akibat serangan udara Israel sejak 07 Oktober 2023, termasuk 2.055 anak-anak, dan lebih dari 15.000 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Hindari Rasa Kesepian Jika Menerpa Diri Anda, Ancaman Parkinson Menanti

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menjabarkan ada 1,4 juta dari 2,3 juta penduduk Gaza saat ini menjadi pengungsi internal yang sebagian besar mencari perlindungan di tempat-tempat penampungan darurat PBB yang penuh sesak.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Miftah Hadi Sopyan

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X