Inilah 5 Tokoh yang akan Mendapatkan Anugerah Gelar Pahlawan Nasional, Salah Satunya dari Jawa Barat

photo author
Lalan Tresna, View Jabar
- Jumat, 4 November 2022 | 09:39 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Mahfud MD terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, Kamis 3 September 2022. (setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Mahfud MD terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, Kamis 3 September 2022. (setkab.go.id)

VIEWJABAR - Pemerintah akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh yang berjasa besar terhadap bangsa dan negara.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan usai bertemu dengan Presiden di Istana Bogor, Kamis 3 September 2022.

Mahfud MD menjelaskan, gelar Pahlawan Nasional untuk lima tokoh ini telah melalui mekanisme dan proses yang panjang. Lima tokoh ini dipilih berdasarkan usulan masyarakat dan telah melalui sejumlah proses seleksi.

“Memutuskan tahun ini memberikan lima gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh bangsa yang telah ikut berjuang mendirikan negara Republik Indonesia melalui perjuangan kemerdekaan dan mengisinya dengan pembangunan-pembangunan sehingga kita eksis sampai sekarang sebagai negara yang berdaulat,” ujar Mahfud MD dikutip dari setkab.go.id.

Baca Juga: Perisiwa Penting yang Terjadi pada 4 November

Berikut lima tokoh yang akan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tersebut:

1. Almarhum DR. dr. H. R. Soeharto dari Jawa Tengah.

DR. dr. H. R. Soeharto adalah dokter pribadi Presiden Soekarno. Ia telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah kemerdekaan, almarhum ikut serta dalam pembangunan sejumlah infrastruktur di Tanah Air. Di antaranya embangunan department store syariah dan pembangunan Monumen Nasional serta Masjid Istiqlal dan pembangunan Rumah Sakit Jakarta. Ia juga salah seorang pendiri berdirinya IDI Ikatan Dokter Indonesia.

Baca Juga: 3 Gudang Bahan Baku Obat Afi Farma Digeledah, Bareskrim Amankan Sejumlah Barang Bukti

2. Almarhum KGPAA Paku Alam VIII

Almarhum merupakan Raja Paku Alam dari tahun 1937-1989. Jasa yang telah diberikan almarhum KGPAA Paku Alam VIII antara lain bersama Sultan Hamengkubowono IX dari Keraton Yogyakarta mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan Republik Indonesia sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi utuh hingga saat ini.

“Sehari sesudah (kemerdekaan) itu beliau menyatakan bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian Yogyakarta menjadi ibu kota yang kedua dari Republik ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1946,” tutur Menko Polhukam Mahfud MD.

Baca Juga: Dua Warga Terindikasi Gagal Ginjal Akut, RSUD dr Slamet Garut Siapkan 10 Ruangan Khusus Antisipasi Lonjakan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lalan Tresna

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X