Getaran Gempa Susulan Guncang Karangasem Bali pada Selasa-Rabu Dipicu Flores Back Arc Thrust, Ini Rangkaiannya

photo author
Budi SK, View Jabar
- Kamis, 15 Desember 2022 | 08:55 WIB
Ilustrasi getaran gempa susulan di Karangasem Bali yang terus terjadi dan dipicu aktivitas sesar Flores (Twitter BMKG)
Ilustrasi getaran gempa susulan di Karangasem Bali yang terus terjadi dan dipicu aktivitas sesar Flores (Twitter BMKG)

VIEWJABAR - Getaran gempa guncang Karangasem Bali sejak Selasa-Rabu (13-14 Desember 2022), membuat panik warga.

Sejak getaran gempa guncang Karangasem Bali pada Selasa 13 Desember 2022, guncangan susulan masih terus terjadi.

Dari catatan BMKG , sudah tercatat 24 kali lebih gempa susulan Karangasem Bali sejak pertama terjadi pukul 17.56 WITA, magnitudo 4,8.

Baca Juga: Subsektor 05 Cikapundung Tonjolkan Giat Karyabakti Pembersihan Bantaran dan Aliran Sungai DAS Citarum

Dalam siaran tertulisnya Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebutkan analisis BMKG memperlihatkan gempa Karangasem Bali memiliki parameter update dengan kekuatan magnitudo.

Getaran gempa Karangasem adalah jenis gempa bumi dangkal akibat munculnya aktivitas Sesar Naik Flores ( Flores back arc thrust.

"Hasil analisis mekanisne sumber menunjukan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,"  kata Daryono pada siaran tertulisnya Selasa 13 Desember 2022.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2022 Prancis Vs Argentina Digelar Minggu 18 Desember, Berapa Harga Tiketnya? Ini Rinciannya

Gempa bumi ini, tambahnya,  berdampak dan dirasakan di daerah Karangasem dengan skala intensitas III-IV MMI.

"Artinya dirasakan oleh orang banyak dalam rumah," ucapnya.

Untuk itu, jelasnya, BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ternyata Ini 5 Manfaat Memakan Jengkol

Warga disarankan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan getaran gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah," tuturnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi SK

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X