Menurut Bilal, yayasan didirikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang warisan ilmiah dan teknologi budaya serta peradaban Islam, mentransmisikan nya dengan cara terbaik ke generasi baru, dan memastikan warisan abadi untuk semua studi.
Baca Juga: Cara Gampang Membuat Roti Tawar Tanpa Mixer, Hasilnya Lembut dan Empuk
Sementara itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia, Turki dan Indonesia merupakan dua sahabat baik dimana keduanya merupakan negara dengan mayoritas Muslim.
Hubungan tersebut, kata Ova, bisa ditelusuri kembali ke abad XII saat ulama Turki memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dan hubungan tersebut masih berlanjut hingga saat ini.
Ova mengatakan dari segi ekonomi dan perdagangan, Indonesia dan Turki adalah anggota G20 dengan hubungan yang cukup kuat.
Ova menambahkan, perkembangan sains di Turki menduduki peringkat ke-41 dunia dalam Indeks Inovasi Global tahun 2021, meningkat dari tahun 2011 yang ada diposisi 65.
"Hal ini adanya praktik baik Turki dalam mempromosikan sains dan teknologi dan hari ini kami beruntung bisa belajar dan berdiskusi untuk penguatan kolaborasi ke depannya," tutur Ova.***
Artikel Terkait
Cair, Bupati Garut Serahkan Kadeudeuh bagi Atlet Berprestasi 2022, Ini Besarannya
Potongan Jari Manusia yang Ditemukan di Sayur Lodeh Diperiksa Pusdokkes Polri, 16 Saksi Dimintai Keterangan
Membuat Roti Sobek yang Lembut dan Empuk di Rumah, Tanpa Mixer, Bisa Jadi Peluang Usaha
Cara Gampang Membuat Roti Tawar Tanpa Mixer, Hasilnya Lembut dan Empuk
Gila, Wanita Pirang Fans Argentina, Berjingkrak-jingkrak Tanpa Baju di Stadion Lusail Usai Timnasnya Menang
Pemerintah Gulirkan Kebijakan Pensiun Dini Massal PNS, Menpan RB Jelaskan Tahapannya