VIEWJABAR - Tudingan Ketum Partai Republik Satu, Mischa Hasnaeni Moein yang mengatakan ada desain untuk menjadikan Ganjar Pranowo presiden perlu dijelaskan secara gamblang kepada publik.
Selain itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Ketua KPU RI, Hasyim Asyari bicara di depan publik soal tudingan Mischa Hasnaeni Moein tersebut, sebab nama Hasyim disebut-sebut dalam desain kemenangan Ganjar Pranowo.
“Ini perlu dibongkar dan perlu dijelaskan secara gambling terhadap publik,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali.
Baca Juga: Dukung BPJS Ketenagakerjaan, Jumlah Peserta Yang Dibantu Bank BJB Sebanyak 341.819
Kepada awak media di Jakarta baru-baru ini, Mardani Sera menegaskan, KPU RI selaku penyelenggara pemilu harus bersikap independen dalam mengawal pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
“KPU mesti jaga indepensi dan integritas, jadi soal isu tersebut perlu dijelaskan segera secera terbuka terhadap public,” tegasnya.
Menurut Anggota Komisi II DPR RI tersebut, memasuki tahun politik, segala fenomena yang terjadi dalam ranah politik harus dijelaskan kepada public agar tidak terjadi spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Wakil Bupati Garut Helmi Budiman Meninjau Langsung Situasi Ibadah Misa dan Malam Natal
“Sekecil apa pun gelagat dan fenomenanya, mesti dijelaskan, harus itu,” ungkap Mardani.
Sebelumnya, nama Hasyim Asyari disebut-sebut diduga ikut terlibat dalam mendesain Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai wakilnya pada Pemilu 2024.
“Hal ini menurut atau berdasarkan kesaksian Hasnaenai yang mengaku mendapatkan informasi tersebut, bahwa yang akan menjadi presiden RI itu akan didesain oleh KPU yakni Pak Ganjar dan Pak Erick Thohir, ini bahaya dan harus segera di klarifikasi oleh Pak Hasyim Asyari,” pungkasnya.(***)
Artikel Terkait
Sepanjang Tahun 2022, Terjadi 2.439 Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Jabar
Penting bagi yang Hobi Bikin Kue, Berikut 4 Jenis Oven Lengkap dengan Harga Terbaru Desember 2022
Diduga Melanggar Aturan, Delapan Jaksa dan Pegawai Kejati Jabar di Sanksi, Siapa Saja ?
Diisukan PDIP Pecah, Adian : Ya Gak Bener Lah, Kita PDI Perjuangan Kompak dan Terpimpin
Jelang Tahun Baru 2023 Dishub Garut Turunkan 150 Personel
Geledah Ruang Kerja Gubernur, Wakil, Sekda Pemprov Jatim, KPK Temukan Bukti Baru Kasus Wakil Ketua DPRD Jatim
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman Meninjau Langsung Situasi Ibadah Misa dan Malam Natal
Dukung BPJS Ketenagakerjaan, Jumlah Peserta Yang Dibantu Bank BJB Sebanyak 341.819