Pada tahun 2023 sekarang ini, kata Sri Mulyani dunia harus bisa menjinakkan inflasi dengan menaikan suku bunga pada saat debt stoknya tinggi.
Tetapi hal ini pasti berdampak tidak hanya resesi tetapi juga dibeberapa negara yang utangnya sangat tinggi memiliki potensi mengalami krisis debt.
Kata Sri Mulyani utang negara-negara di sekitar Asia Selatan saat ini semuanya sedang dalam kondisi stres seperti Bangladesh, Sri Lanka dan Pakistan masuk jadi pasien IMF.
Pergeseran fundamental pada geopolitik juga ikut memperparah kondisi global yang sedang dihadapkan pada resiko ekonomi dan keuangan karena bisa mengganggu supplay chain di dunia.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Berikan Amalan Sederhana yang Bisa Datangkan Rezeki Melimpah Hidup Berkah
Terjadinya perubahan iklim kata Sri Mulyani juga mengancam kondisi global pada tahun 2023. Perubahan iklim ini sudah menjadi pembicaraan mainstream di dunia termasuk dalam financial market.
Kata Sri Mulyani perubahan iklim juga menjadi topik utama dalam G20 termasuk mengenai sustainable finance dan memasukkan risiko perubahan iklim terhadap setiap keputusan perencanaan penganggaran di sektor keuangan. ***
Artikel Terkait
Luar Biasa, Komunitas Peduli Lingkungan di Tasikmalaya Bersihkan Sungai Cipatani
Sungai Blega Bangkalan Jatim Meluap, 3.000 KK Terdampak Belasan Sekolah Tergenang
Ustadz Abdul Somad Berikan Amalan Sederhana yang Bisa Datangkan Rezeki Melimpah Hidup Berkah
Amalkan Kalimat Ini Sebelum Subuh, Rezeki Lancar Mengalir, Keluarga Dijaga Oleh Allah SWT, Hidup Berkah
Kuota Haji 2023 Sebanyak 221 Ribu, Sekarang Usia Jemaah di Atas 65 Tahun Bisa Berangkat Haji
Gunung Marapi Erupsi, Semua Pendaki Selamat
Tahun 2023 Ada 25 Proyek yang Akan Diresmikan Gubernur Kabar Ridwan Kamil, Apa Saja Itu?