Bupati Bandung Dadang Supriatna Disebut Pemerintah Australia Sebagai Kepala Daerah Terbaik di Indonesia, Ini Alasannya

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 17:35 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam acara Independent Review Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (HAMBK) atau Performance Based Grant di Grand Sunshine Hotel, Kamis 1 Agustus 2024. (Ist.)
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam acara Independent Review Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (HAMBK) atau Performance Based Grant di Grand Sunshine Hotel, Kamis 1 Agustus 2024. (Ist.)

"Saya sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Pemerintah Australia melalui program HAMBK ini. Kami berharap kerjasama dalam bidang infrastruktur dengan pemerintah Australia ini terus berlanjut," ujar Dadang Supriatna.

Baca Juga: BRT Bandung Raya Akan Dibangun Bertahap Mulai Tahun 2025 Hingga 2027, Kemenhub Ungkap Tujuannya

Sebagai tindak lanjut program HAMBK, Bupati yang akrab disapa Kang DS ini menyebut akan menggunakan dana hibah Pemerintah Australia sebesar Rp 13,2 miliar ini dengan sebaik-baiknya dan mengutamakan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Terlebih kata Kang DS, pihaknya masih menemukan daerah-daerah yang kekurangan air bersih maupun banyak kawasan padat di Kabupaten Bandung yang masih kesulitan mengakses layanan air minum karena belum terjangkau layanan PDAM Tirta Raharja.

"Dalam waktu dekat, kami akan salurkan bantuan akses air bersih bagi 4 desa di Arjasari. Selain itu, 6 ribu sambungan rumah kita siapkan untuk Kecamatan Margahayu," ungkap Kang DS.

Baca Juga: Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Kota Bandung Bisa Mencapai 90 persen, Ini Penjelasan Pj Wali Kota

Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu menyebut jika dipersentasekan baru sekitar 10 persen saja rumah tangga yang tercover layanan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung. Artinya, masih banyak rumah tangga yang belum memiliki akses air minum sendiri.

Selain itu, dana hibah dari Pemerintah Australia juga akan digunakan untuk melakukan penanaman pohon di kawasan-kawasan gundul serta di kawasan mata air PDAM. Hal ini penting demi menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

"Setiap tahun, tidak kurang 1 juta pohon yang kita tanam. Selain untuk menjaga ketersediaan air di masa depan, pohon ini juga penting sebagai kontribusi terhadap perubahan iklim," jelas Kang DS.

Bupati Bedas juga menyambut dengan antusias tentang kemungkinan Pemerintah Australia memperluas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung di masa yang akan datang.

"Kabupaten Bandung siap berkolaborasi dengan Pemerintah Australia dalam kerjasama yang luar biasa ini," ujar Kang DS seraya disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X