Pengrajin Gelasan Kutamandiri Sumedang Terancam Gulung Tikar, Kontraktor Tower SUTET Enggan Beri Kompensasi

photo author
Iwan Setiawan, View Jabar
- Sabtu, 3 Agustus 2024 | 14:12 WIB
Lokasi pembangunan SUTET di Dusun Babakan Bandung Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari Sumedang yang beberapa waktu lalu dikunjungi Pj Bupati Sumedang. Saat ini sarana usaha milik pengrajin gelasan harus tergusur berhenti operasi dan terancam gulung tikar. (Iwan Setiawan/ ViewJabar.com)
Lokasi pembangunan SUTET di Dusun Babakan Bandung Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari Sumedang yang beberapa waktu lalu dikunjungi Pj Bupati Sumedang. Saat ini sarana usaha milik pengrajin gelasan harus tergusur berhenti operasi dan terancam gulung tikar. (Iwan Setiawan/ ViewJabar.com)

Baca Juga: Hujan Deras Hari Ini Guyur Kota Bandung, Cikapundung Ngamuk, Gedung PLN Nyaris Tenggelam, Warga Kelurahan Braga Kena Dampak, Ini Kronologinya

"Saya hanya mau curhat saja dan meminta kebijaksanaan dari bapak sebagai kontraktor dan sama-sama memahami kondisi usaha," katanya dalam rekaman itu.

Namun, seperti yang tak peduli dengan kondisi itu, pimpinan kontraktor keukeuh dengan pendiriannya tak ada kebijaksanaan dan menyampaikan kekhawatiran ada pihak lain yang juga meminta tambahan kompensasi.

Kondisi terkini tempat usaha pengrajin gelasan di Dusun Babakan Bandung Desa Kutamandiri Tanjungsari yang dibongkar pihak Kontraktor tower Suter
Kondisi terkini tempat usaha pengrajin gelasan di Dusun Babakan Bandung Desa Kutamandiri Tanjungsari yang dibongkar pihak Kontraktor tower Suter (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)

"Jadi tak ada lagi pengeluaran-pengeluaran lainnya di lokasi tower 17 itu, malah LSM-LSM yang minta pun tidak saya tanggapi," ujar pimpinan kontraktor dalam rekaman.

Dengan kondisi itu, Ayi mengaku bingung harus mengadu kepada siapa, sementara tanah tempatnya berproduksi gelasan tidak bisa digunakan lagi.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Penuhi Janji Temui Pihak Proyek SMAKBO, Bima Arya : Jembatan Permanen Dipercepat, Kolam Retensi Diperdalam, Saluran Diperlebar !

"Terus terang pesanan dari pelanggan tak bisa dipenuhi karena tak bisa berproduksi gelasan. Ya, pelanggan saya jadi pindah ke yang lain," ungkap Ayi dengan nada sedih.

Ayi mengungkapkan, dalam sosialisasi sebelumnya tidak terbesit meminta kompensasi, sehingga tak ada persiapan apapun. Tapi setelah pelaksanaan pekerjaan tower SUTET, ternyata di lahan miliknya banyak pipa-pipa dan material lain sehingga tidak memungkinkan melakukan aktivitas produksi gelasan.

Menanggapi permasalahan itu, Kepala Desa Kutamandiri, Agustina, saat dihubungi tengah berada di luar kota. Namun Ia berjanji akan membahas perkembangan masalah itu pada hari Senin mendatang.

"Mohon maaf takut salah menyampaikan, InshaAllah Senin akan kita bahas, sekarang sedang berada di luar kota," katanya singkat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X