Anggota DPRD Sumedang Soroti Dekadensi Moral, Ditandai Maraknya Penyakit Masyarakat

photo author
Iwan Setiawan, View Jabar
- Jumat, 16 Agustus 2024 | 13:26 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Herman Habibullah menyoroti dekadensi moral di Sumedang Barat pada Jumat 16 Agustus 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Herman Habibullah menyoroti dekadensi moral di Sumedang Barat pada Jumat 16 Agustus 2024 (Iwan Setiawan/ViewJabar.com)

VIEWJABAR.COM - Disela-sela kegiatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang, pada agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 tahun 2024, di gedung Negara Sumedang Jumat 16 Agustus 2024.

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil 5 (Jatinangor dan Cimanggung), Herman Habibullah menuturkan perihal maraknya Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah Sumedang bagian barat.

"Untuk melawan penyakit masyarakat yang saat ini marak, seluruh komponen masyarakat harus bekerja sama melawan peredaran miras dan obat-obatan terlarang," tuturnya.

Sebagai anggota dewan, ia mendorong semua pihak yang berwenang untuk melakukan langkah-langkah positif untuk melakukan langkah-langkah positif demi terciptanya masyarakat yang bebas dari penyakit masyarakat salah satunya penggunaan obat terlarang.

Baca Juga: MAPANCAS Sumedang Resmi Dilantik, Anggota DPRD Dari Gerindra Salah Satu Pengurusnya

"Apalagi ini ada dugaan beking aparat, Saya kira itu tidak boleh suudzon lah, karena menyangkut kredibilitas, menyangkut lembaga yang paling penting adalah kerjasama semua pihak termasuk kepolisian, masyarakat, para pemuda tentunya kita libatkan untuk bersama- sama ada kesadaran," ungkapnya.

Herman menyebut, penyakit masyarakat mencuat saat ini, dekadensi moral tentunya, kemerosotan akhlak akibat banyak pergaulan bebas sehingga terjadinya perilaku-perilaku yang tidak diharapkan.

"Cukup kompleks, terutama di wilayah Jatinangor mulai dari curanmor, mabuk-mabukan, obat-obatan terlarang dan penyakit masyarakat lainnya," katanya.

Ia juga menghimbau, untuk menumbuhkan kesadaran. Harus bersama-sama menyadari bahwa hal-hal yang bisa merusak lingkungan, harus di awali dengan kedisiplinan pribadi.

Baca Juga: Dinsos Sumedang Gelar Perlombaan Khas Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79

"Peran ulama dan tokoh masyarakat tentunya memberikan pendidikan keagamaan yang cukup kuat, agar semua menyadari bahwa itu semua tidak baik dalam kehidupan," ungkapnya.

Sejauh ini peran ulama cukup sentral dalam hal ini, tinggal kerjasama dari semua pihak dalam hal ini Kepolisian, peran organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan yang ada. 

"Apalagi hari ini kita lihat, giat semangat pemuda yang tergabung dalam organisasi organisasi kepemudaan ada KNPI, Karang Taruna juga ada ormas yang lain seperti GP Ansor dan lain sebagainya. Saya kira ini adalah kekuatan bagi kita untuk mencegah terjadinya dekadensi moral," katanya.

Disebutkan Herman, jika dibandingkan dengan daerah lain, Jatinangor paling rawan, karena memang Jatinangor miniatur Indonesia dalam segala hal, dari mulai budaya dari seluruh Indonesia, ada di Jatinangor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X