VIEWJABAR - Sejumlah orang marah - marah di lobby Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga keluarga pasien beberapa waktu lalu.
Permasalahan yang menyulut kemarahan keluarga pasien diduga pelayanan yang diberikan RSUD Leuwiliang kurang memuaskan, dan terjadi kesalah pahaman.
Peristiwa tersebut terekam dalam tayangan video diunggah di Instagram @sudutbogorbarat berdurasi 1,34 menit viral di media sosial, terlihat sejumlah orang melakukan protes dengan nada suara keras kepada tenaga medis di RSUD Leuwiliang.
Terlihat pihak keamanan RSUD Leuwiliang berseragama hitam - hitam melerai dan menenangkan keluarga pasien yang marah - marah.
Selain itu, pemilik akun tiktok @selvi damayanti27 yang diduga mengetahui beberapa peristiwa perihal pelayanan di RSUD Leuwiliang menuliskan, mana ada rumah sakit ketika pasien koma, membutuhkan Ambulan, lalu mobil ambulan itu diumpetin?
Ya cuma Rumah Sakit RSUD Leuwiliang aja, sudah terlalu banyak korban yang kehilangan nyawa dikarenakan pekayanan yang sangat amat buruk.
Baca Juga: Lakukan “Genosida dan Pengepungan di Jalur Gaza“, Aktivis HAM Palestina Minta ICC Selidiki Israel
"Bahkan ketika kakak saya koma banyak kekurangan darah, pas membutuhkan ambulan malah diumpetin di gudang RSUD Leuwiliang," katanya.
Menurutnya, harus wajib di laporkan dan di viralkan, bukan cuma 1 atau 2 kali kejadian seperti ini, sudah terlalu sering menghilangkan banyak nyawa, karena dokter dan susternya terlalu lalai dengan keselamatan dan nyawa orang lain.
Sementara pihak RSUD Leuwiliang akhirnya buka suara, menanggapi viralnya video di akun tiktok @selvidamayanti melaui Instagram @rsudleuwiliang.
Baca Juga: Meski Diberikan Waktu Libur, Skuad PERSIB Tetap dibekali Program Latihan Individu
Pihak RSUD Leuwiliang memberikan klarifikasi, terkait peristiwa keluarga pasien marah - marah di RSUD Leuwiliang dan viral di media sosial
Kronologi Kericuhan di RSUD Leuwiliang
Artikel Terkait
Komunikasi Efektif untuk Penguatan Antarlembaga, Begini Kata Dosen IPB University Departemen SKPM - FEMA
Dosen IPB University Melatih Kelompok Pembudidaya Ikan di Batam Riau Melalui Dosen Mengabdi Inovasi (DMI)