Dosen IPB University Melatih Kelompok Pembudidaya Ikan di Batam Riau Melalui Dosen Mengabdi Inovasi (DMI)

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 10 November 2023 | 10:37 WIB
Tim Dosen IPB University sesaat setelah memberikan pelatihan kepada kelompok Pembudidaya ikan di kota Batam Kepulauan Riau beberapa waktu lalu (IPB University)
Tim Dosen IPB University sesaat setelah memberikan pelatihan kepada kelompok Pembudidaya ikan di kota Batam Kepulauan Riau beberapa waktu lalu (IPB University)

VIEWJABAR - Dosen IPB University Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) memperkenalkan inovasi teknologi marikultur kepada masyarakat.

Inovasi teknologi marikultur diperkenalkan kepada masyarakat melalui program Dosen Mengabdi Inovasi (DMI), terutama Kelompok Pembudi daya Ikan (Pokdakan) Sioot Coral di Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu.

Tim dosen IPB University beranggotakan 4 orang antara lain Dr Irzal Effendi, Fajar Maulana MSi, Wildan Nurussalam, MSi dan Dr Dinamella Wahjuningrum yang merupakan putri daerah Kota Tanjungpinang, Kepri. 

Baca Juga: Komunikasi Efektif untuk Penguatan Antarlembaga, Begini Kata Dosen IPB University Departemen SKPM - FEMA

Pelatihan kelompok pembudidaya ikan

Dalam program Dosen Mengabdi Inovasi (DMI) tim dosen memberikan pelatihan dan diskusi solutif mengenai berbagai metode budi daya sejumlah komoditas ikan seperti kerapu, kakap putih (siakap), teripang dan kepiting bakau.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memecahkan masalah yang ada pada aktivitas budi daya di lokasi, khususnya pada tahap pembesaran. Penyediaan hingga aklimatisasi benih dihadapkan pada permasalahan kematian pascatebar dan selama pemeliharaan. Permasalahan efisiensi produksi juga menjadi perhatian yang perlu diselesaikan,” ucapnya.

Materi yang dipaparkan Dr Dinamella dihadapan kelompok pembudidaya ikan, disampaikan materi pemanfaatan dan aplikasi obat-obatan herbal (fitobiotik).

Baca Juga: Suhartoyo Gantikan Posisi Anwar Usman Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi

“Aplikasi herbal ini selain dalam rangka keamanan pangan berbasis bahan baku lokal, juga bertujuan untuk memberi branding organik dan memenuhi aspek keamanan pangan, sehingga bisa lebih diminati konsumen,” ujarnya.

Bahan - bahan obat - obatn herbal

Bahan herbal yang berpotensi digunakan meliputi kulit bawang merah, bawang putih, meniran, sambiloto, limbah batang pisang, hingga ekstrak karamunting yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas reproduksi kepiting bakau.

Sementara, Dr Irzal dalam pemaparannya menyoroti sistem produksi usaha budi daya marikultur, salah satunya terkait potensi komoditas budi daya lobster yang diinginkan oleh masyarakat, mengingat dekat dengan pasar ekspor yaitu Singapura.

Baca Juga: Adakan Pertemuan Rapat dengan JICA, Pemprov Jawa Barat Bahas Proyek TPPAS Legok Nangka dan Tol Patimban

“Hanya saja, ketersediaan benih perlu disiapkan atau diadakan terlebih dahulu. Adapun prosedur operasi standar (POS) budi daya dapat dipelajari dari lokasi yang sudah berhasil kemudian,” jelasnya.
 
Selanjutnya, Wildan Nurussalam dan Fajar Maulana masing-masing menyampaikan mengenai kondisi lingkungan yang dibutuhkan untuk budi daya, khususnya di lokasi sekitar perairan Tanjung Piayu Laut.

Keduanya juga mengulas terkait aspek pembenihan yang perlu diperhatikan dalam aktivitas pembenihan biota budi daya serta faktor pemilihan benih yang perlu menjadi perhatian para pembudi daya.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Jus Delima, Cegah Gulah Darah Tinggi, Ini Faktanya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: IPB University

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X