VIRAL ! Keluarga Pasien Ngamuk di RSUD Leuwiliang Bogor, Pihak Rumah Sakit Jelaskan Kronologinya

photo author
Asof, View Jabar
- Sabtu, 11 November 2023 | 17:49 WIB
Viral di media sosial Keluarga pasien marah - marah di RSUD Leuliang diduga kurang puas dengan pelayanan rumah sakit, beberapa waktu lalu (Instagram @sudutbogorbarat)
Viral di media sosial Keluarga pasien marah - marah di RSUD Leuliang diduga kurang puas dengan pelayanan rumah sakit, beberapa waktu lalu (Instagram @sudutbogorbarat)

1. Pasien datang pada hari Kamis 9 November 2023 sekitar pukul 18.15 WIB diantar oleh 1 orang temannya pasca kecelakaan lalu lintas.

2. Psien diterima oleh petugas IGD dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dokter, mendapatkan terapi, dilakukan pembersihan luka, merawat luka, memasang spalk pada kaki kiri, memberikan suntikan obat penghilang nyeri.

Baca Juga: Bentuk Dukungan Terhadap kemerdekaan Palestina, MUI Keluarkan Fatwa Haram Produk Pendukung Agresi Israel

3. Dokter memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa kondisi pasien dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan petugas, kemudian dijelaskan bahwa pasien dapat dirawat di RSUD Leuwiliang untuk kondisi patah kakinya dan jika setelah pemeriksaan lanjutan dibutuhkan dokter spesialis bedah saraf, maka akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis bedah saraf, karena di RSUD Leuwiliang belum memiliki dokter spesialis bedah saraf.

4. Keluarga pasien datang yaitu orang tua pasien dan dokter memberikan edukasi kembali, tetapi mengatakan tetap menunggu suami pasien datang.

5. Setelah suami pasien datang, diberikan edukasi kembali oleh dokter tentang kondisi pasien sesuai penjelasan di atas.

Baca Juga: Dinas Perhubungan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Dramaga Bogor, Begini Kata Staf Ahli Komisi X DPR RI Wasto S Hut

6. Ketika dijelaskan prosedur rujukan, keluarga ingin langsung membawa pasien ke rumah sakit lain dengan kendaraan sendiri.

7. Dokter menjelaskan prosedur rujukan antar rumah sakit harus melalui SPGDT (Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu ), sehingga rumah sakit yang akan menjadi tempat rujukan, mengetahui kondisi dan kebutuhan pasien.

Setelah rumah sakit yang dituju siap menerima pasien maka pasien akan diantar menggunakan ambulance rumah sakit dengan didampingi oleh tenaga kesehatan (perawat/dokter) RSUD Leuwiliang.

Baca Juga: Tegar Beriman Award 2023, Pemkab Bogor Nobatkan 35 orang Beribadah Umrah Gratis ke Tanah Suci Mekah

8. Tetapi setelah dijelaskan, keluarga pasien tetap akan membawa pasien memakai kendaraan pribadi.

9. Dokter melakukan edukasi ulang terkait prosedur SPDGT beberapa kali untuk menjaga agar kondisi pasien tetap stabil.

10. Suami dan keluarga tetap menolak menggunakan sistem rujukan (SPDGT) dan tetap akan menggunakan kendaraan sendiri. Dan ternyata petugas rumah sakit melihat telah ada kendaraan yang menjemput pasien tersebut.***          

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asof

Sumber: Instagram @sudutbogorbarat, Instagram @rsudleuwiliang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X