VIEWJABAR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait, telah memulai proses verifikasi dan validasi (verval) terhadap penyintas gempa bumi magnitudo 4.9 yang mengguncang wilayah Garut pada Rabu 18 September 2024 lalu.
Hingga saat ini, BPBD Garut telah mendata 1.237 rumah terdampak yang sedang diverifikasi sejak Sabtu 21 September 2024. Hasil verifikasi ini akan diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengajuan bantuan stimulan.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, situasi di lapangan kini terkendali dengan didirikannya dapur umum dan tempat pengungsian.
Namun, sebagian besar warga terdampak memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat. "Kita tetap mendukung kebutuhan dasar para penyintas," ujar Aah.
Proses verval ini dilakukan di enam kecamatan yang terdampak gempa, yaitu Pasirwangi, Cisurupan, Cibiuk, Samarang, Sukareemi, dan Tarogong Kaler. Total rumah terdampak di Kecamatan Pasirwangi mencapai 1.136 unit, dengan jumlah kerusakan bervariasi di desa-desa lainnya.
Aah mengimbau masyarakat untuk bersabar sambil menunggu hasil verifikasi dan bantuan dari BNPB. Dia juga menegaskan bahwa kebutuhan dasar penyintas akan terus didukung selama proses ini berlangsung.
BPBD masih menghitung total kerugian akibat gempa dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dapat segera disalurkan kepada yang membutuhkan.
"Insya Allah, selama menunggu, kebutuhan dasar akan kami penuhi. Jika ada hal mendesak, silakan hubungi pos kami di Desa Barusari atau di Kantor Kecamatan Pasirwangi," tegas Aah.
Berdasarkan data BPBD Garut yang diperbarui pada Jumat 20 September 2024 pukul 16.30 WIB, gempa berkekuatan Magnitudo 4.9 ini berdampak pada 6 kecamatan dan 23 desa, dengan total 1.237 rumah terdampak.
Baca Juga: Persib Maung Bandung Siap Terkam Macan Kemayoran di Stadion Si Jalak Harupat
Berikut rinciannya:
-Kecamatan Pasirwangi: 1.136 rumah
-Kecamatan Cisurupan: 11 rumah
-Kecamatan Cibiuk: 1 rumah
Artikel Terkait
Populasi Sapi Perah di Garut Menurun hingga 30 Persen, Produksi Susu pun Hanya 8-10 Liter per Hari, Penyebabnya Kata Diskanak Ternyata Ini
Tegas, PJ Bupati Garut Barnas Adjidin Minta Diskanak Memantau Hewan Kurban, agar Terjaga Keamanan dan Kesehatannya
Legenda Curug Orok di Cikajang Kabupaten Garut, Pernah Ada yang Melihat Penampakan Sosok Putih, Isapan Jempol?
Truk Kontainer Mengawali Kedatangan Jamaah Haji Kloter 31 Garut, 438 Orang Pulang dengan Selamat!
Kementerian Desa PDTT Belum Lama Ini Menggelar Bimtek Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial di Garut, Apa Itu?
Muprov Kadin Jabar Dilaksanakan di Garut, Siap-siap Memilih Ketua Umum
Di Pamengkang, Pj Bupati Garut Menerima Bantuan dari Yudia Ramli untuk Masyarakat Terdampak Gempa Bumi