Perpusnas Salurkan 726.000 Buku Untuk 726 Desa di Jawa Barat, Ini Harapan Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Rabu, 26 Juni 2024 | 15:27 WIB
Ilustrasi buku. Perpusnas menyalurkan sebanyak 726.000 buku untuk 726 Desa di Jawa Barat. (Pixabay/LubosHouska)
Ilustrasi buku. Perpusnas menyalurkan sebanyak 726.000 buku untuk 726 Desa di Jawa Barat. (Pixabay/LubosHouska)

VIEWJABAR.COM - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menyalurkan sebanyak 726.000 buku untuk 726 Desa di Jawa Barat.

Dari total sumbangan sebanyak 726.000 itu berarti setiap desa di Jabar mendapat bantuan 1.000 judul buku.

Penyaluran buku tersebut mendapat apresiasi Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.

Baca Juga: Kapolda Jabar Bagikan Ribuan Sembako di Desa Citali Sumedang Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 78

"Atas nama masyarakat Jawa Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Perpustakaan Nasional atas program bantuan 1.000 judul buku kepada 726 desa di Jabar," katanya.

Program dari Perpusnas itu, menurut dia, merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah pusat dalam membangun literasi dan tingkat kecerdasan masyarakat Jawa Barat.

Bey Machmudin berharap dengan bantuan 726.000 buku dari Perpusnas untuk 726 desa ini akan semakin tumbuh kegemaran membaca di Jabar.

Baca Juga: Pj Bupati Sumedang: Program BSMSS Terbukti Timbulkan Multiplayer Efek Pembangunan di Desa

Sebanyak 726.000 buku dari Perpusnas itu diberikan pada acara rangkaian kegiatan Gerakan Indonesia Membaca Provinsi Jabar di Kota Bandung kemarin.

"Kami berharap kegiatan ini menghasilkan hal-hal baik yang dapat ditindaklanjuti supaya anak-anak kita gemar membaca," ucapnya.

Darurat Literasi

Dalam kesempatan itu, Bey menyebutkan soal darurat literasi yang terasa dampaknya di Jabar dan sejumlah metode yang memungkinkan diterapkan di sekolah atau perguruan tinggi.

Ia mengungkapkan, inspirasi tersebut diperolehnya saat rapat bersama dengan anggota Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Saya menyampaikan dalam rapat itu bahwa di perguruan tinggi yang maju, mahasiswa sudah jarang mendengarkan dosen mengajar, melainkan diberi buku dan lebih banyak diskusi. Nilainya itu makin mereka menguasai buku akan semakin baik," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X